Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1 Bulan Penuh Arab, Latin dan Terjemahan
Berikut bacaan niat puasa Ramadhan satu bulan dalam teks Arab dan latin disertai penjelasan hukumnya.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Berikut bacaan niat puasa Ramadhan satu bulan dalam teks Arab dan latin.
Menurut hasil sidang isbat 2023, ibadah Puasa Ramadhan yang dikerjakan mulai 1 Ramadhan 1444 H bertepatan pada hari Kamis, 23 Maret.
Sebelum mengerjakan Puasa Ramadhan, wajib hukumnya melafalkan Niat Puasa Ramadhan pada malam hari sebelum terbitnya fajar (waktu shalat shubuh).
Melansir buku Berpuasa Seperti Nabi, hukum membaca niat tersebut didasarkan pada hadist:
Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Barangsiapa siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka puasanya tidak sah." (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Syeikh al-Albani).
Niat Puasa Ramadhan menurut pendapat Madzhab Syafi'i harus dibaca setiap malam, sementara Madzhab Maliki boleh membaca niat puasa ramadhan satu bulan dan cukup satu kali.
Adapun masing-masing bacaan niatnya sebagai berikut:
Niat Puasa Ramadhan Setiap Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i fardhi syahri Ramadhâni hâdzihis sanati lillâhi ta'âla.
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah ta'ala."
Niat Puasa Ramadhan 1 Bulan Penuh
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كله ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri ramadhaana kullihi lillaahi ta’aalaa
Artinya: Aku niat berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala.
Baca juga: Niat Puasa Ramadhan Latin Lengkap Penjelasan Hukumnya Jika Lupa
Hukum Membaca Niat Puasa Ramadhan 1 Bulan Penuh
Ustadz Abdul Somad menjelaskan perbedaan pendapat tersebut dalam kanal YouTube Wadah Ilmu diungah pada 25 April 2021.
"Ada perbedaan antara mazhab Syafi'i dengan mazhab Maliki, kalau mazhab Syafi'i satu hari satu niat," kata sapaan UAS tersebut.
"Jadi kalau besok puasa, niat hari ini sekali, nawaitu shouma ghodin an adha'i fardhi syahri romadhona hadihisshanati lillahi ta'alaa untuk satu hari," ujarnya.
"Tapi kalau mazhab Maliki ndak, mazhab Maliki bisa niat itu satu paket. Jadi satu Ramadhan itu untuk 29 atau 30 hari, nawaitu shouma syahri romadhon aku berniat untuk sebulan Ramadhan ini lillahi ta'alaa," pungkasnya.
"Kalau ada yang pakai (niat) untuk sebulan, pakai. Dalilnya mana? Ayat Quran, syahru ramadhan (itu) sepaket," ujar Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan dalam hal membaca niat puasa Ramadhan umat Islam harus menyesuaikan dengan mazhab yang diikuti masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/niat-puasa-idul-adha-1443-h.jpg)