Berita Sidoarjo

Pesan Bupati Ahmad Muhdlor Usai Investasi di Sidoarjo Tembus Rp 14 Triliun

Iklim investasi di Sidoarjo terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2022 kemarin, angka investasi tercatat ada Rp 14,1 triliun

Penulis: M Taufik | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/M Taufik
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di kabupaten yang dipimpinnnya pada 2023 

 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Iklim investasi di Sidoarjo terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2022 kemarin, angka investasi tercatat ada Rp 14,1 triliun. Naik 100 persen dibanding tahun 2021 sebesar Rp 7,1 triliun.

Sejalan dengan itu, pertumbuhan ekonomi juga berjalan bagus. Sepanjang 2022 pertumbuhan ekonomi Sidoarjo 7, 53 persen tertinggi nomor dua di Jawa Timur.

Pemulihan ekonomi tersebut terbilang lebih cepat dari perkiraan karena sempat minus 3,69 persen saat pandemi pada 2020.

“Trend positif itu yang harus kita jaga. Tahun 2023 ini diharapkan bisa lebih bagus lagi,” kata Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, Minggu (12/3/2023).

Upaya mempertahankan itu antara lain dengan menjaga harmonisasi industri.

Gus Muhdlor -panggilan Ahmad Muhdlor- meminta kepada seluruh perusahaan alih daya yang ada di Kabupaten Sidoarjo bekerja secara profesional dan bersaing secara sehat demi terciptanya harmonisasi industri.

Dengan harmonisasi industri, diyakini mampu meningkatkan iklim investasi di Sidoarjo yang semakin gemilang karena saat ini dengan proyek pembangunan di Sidoarjo yang secara intens, mampu menarik iklim investasi dan optimisme masyarakat.

Bupati juga mengakui ada kendala. Antara lain yang dialami oleh Sidoarjo saat ini adalah kepastian investasi terkait peruntukan lahan serta amdal PMA (Penanam Modal Asing) yang diambil alih oleh pusat.

"Dengan cara bekerjasama yang baik dan membuat orientasi yang konstruktif bagi Kabupaten Sidoarjo akan dapat menyelesaikan masalah investasi di Sidoarjo. Targetnya pada akhir tahun 2023 dua masalah tersebut terselesaikan," tuturnya.

Terkait pertumbuhan ekonomi di Sidoarjo yang terus tumbuh dari minus 3,69 persen naik menjadi 7,53 persen, disebutnya bahwa angka ini tak luput dari kerja sama perusahaan alih daya yang ada.

Perusahaan telah merekrut banyak tenaga kerja yang produktif sesuai kompetensi dan keahliannya. Selain itu perusahaan alih daya merupakan sarana membantu pemerintah mengurangi pengangguran.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo, Ainun Amalia mengaku bakal terus memantau perusahaan agar mengikuti beberapa regulasi pemerintah untuk kelancaran pertumbuhan investasi di Sidoarjo.

"Sebanyak 50 perusahaan alih daya di Kabupaten Sidoarjo skala besar, sedang, dan kecil ini akan kami bimbing dengan baik. Di antaranya terkait pemahaman dan kesepahaman agar dapat meminimalisir permasalahan ketenagakerjaan dan dapat menyesuaikan di era digitalisasi ini," katanya.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved