Dugaan Penyiksaan Anak di Rumah Aman
Dugaan Penyiksaan Anak di Rumah Aman, Dipukul Sampai Diancam Setrum, DP3APKB Belum Dapat Laporan
Plt Kepala DP3A-PPKB Surabaya, Nanik Sukistina mengaku pihaknya melakukan koordinasi internal terkait perkara tersebut.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Pemkot Surabaya menanggapi dugaan penyiksaan anak yang terjadi di salah satu rumah aman (shelter) milik Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB). Diduga, tindakan tersebut dilakukan oleh seorang oknum anggota perlindungan masyarakat atau linmas
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christianto memastikan bahwa linmas terduga pelaku penyiksaan, bukan merupakan anggotanya. Menurutnya, setiap shelter memiliki petugas internal di bawah naungan DP3A-PPKB.
"Kami pastikan (bukan) linmas yang di luar (satuan). Itu (terduga pelaku) adalah penjaga linmas di bawah naungan DP3PPAKB," kata Eddy saat adikonfirmasi di Surabaya, Kamis (2/3/2023).
Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala DP3A-PPKB Surabaya, Nanik Sukistina mengaku pihaknya melakukan koordinasi internal terkait perkara tersebut. Sejauh ini, belum ada laporan yang masuk ke pihaknya.
Pun demikian dengan Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3A-PPKB, Thussy Apriliyandari, yang juga belum mengetahui detail masalah ini. "Shelter tersebut di bawah naungan Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)," kata Thussy saat dikonfirmasi terpisah.
Kepala UPTD PPA, Eva Rachmawati juga tidak memberikan jawaban hingga berita ini ditayangkan. Saat dikonfirmasi melalui panggilan telepon maupun aplikasi pesan instan, Eva tidak bisa dihubungi.
Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama Pemkot Surabaya, Sidharta Praditya Revienda Putra saat ini tengah melakukan koordinasi dengan kepolisian. "Saya baru menerima informasi dari teman-teman wartawan," kata Sidharta.
Sebelumnya, kelompok pendamping anak dari Surabaya Children Crisis Center (SCCC) mengungkap adanya dugaan praktik penyiksaan anak yang dititipkan di shelter atau rumah aman yang dikelola DP3APPKB Kota Surabaya.
SCCC juga telah melaporkan temuan tersebut ke Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur dan ke Polrestabes Surabaya. Laporan ke Polrestabes Surabaya telah dibuat pada 1 Maret 2023. Sedangkan pengaduan ke LPA Jawa Timur telah diserahkan, Kamis (2/3/2023).
Melalui rilis tertulis, Ketua SCCC, Sulkhan Alif Fauzi menjelaskan kronologinya. Praktik kekerasan itu terungkap setelah seorang anak dampingan SCCC menjadi korbannya. Korban adalah anak berusia 17 tahun yang Berhadapan dengan Hukum (ABH). Anak ini dilaporkan oleh sekolahnya di Surabaya atas tindak pidana pencurian.
Alif mengatakan, anak tersebut ditangkap dan diamankan oleh Polsek Karangpilang, Surabaya, 24 Februari 2023. Kemudian pada 25 Februari 2023, anak itu ditahan dan dititipkan di shelter anak atau rumah aman yang dikelola DP3APPKB Kota Surabaya.
Di shelter tersebut, anak ini diduga mengalami kekerasan. Pelakunya adalah oknum anggota Linmas yang sedang bertugas. Bentuk kekerasan yang dialami, di antaranya anak dipaksa merayap di atas paving sehingga menyebabkan tangannya terluka. Apabila tidak menuruti perintah itu, anak diancam akan dipukuli atau disetrum.
Selain itu anak juga dipukul oleh oknum Linmas hingga wajahnya terluka. Kemudian, oknum tersebut juga mengoleskan balsem ke mata anak dengan dalih merukyah dan mengakibatkan mata anak bengkak dan merah.
Perkara ini terungkap setelah orangtua korban bersama anggota Polsek Karangpilang membawanya ke Bapas Medaeng. Di sana, korban menjalani assesment. Saat assesment itulah terungkap ada luka-luka di beberapa bagian tubuh Anak. *****
DP3APKB Surabaya
anak disiksa di Rumah Aman DP3APKB Surabaya
anggota Linmas Surabaya aniaya anak titipan
rumah aman DP3APKB ternyata tidak aman
penyiksaan anak di DP3APKB dilaporkan ke polisi
Surabaya Children Crisis Center (SCCC)
breaking news
Demo di Surabaya Berlanjut Sampai Malam, Pos Polisi di Taman Bungkul dan Depan KBS Terbakar |
![]() |
---|
Makan Bergizi Basi, Wabup Situbondo Evaluasi Bahan Pangan, Saos Kemasan Sampai Jam Memasak |
![]() |
---|
Pengusaha Umroh Situbondo Ditangkap, Uang Jamaah Rp 2,4 Miliar Digunakan Bermain Trading |
![]() |
---|
Ojol di Bojonegoro Menggelar Doa Bersama dan Salat Ghaib untuk Affan Kurniawan |
![]() |
---|
Kondisi Demonstrasi di Surabaya Kian Memanas, Massa Kembali Bakar Pos Polisi, Kali Ini Dekat KBS |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.