Berita Surabaya

Dorong Ekonomi Bergerak Lewat Sektor Ritel, UFO Elektronik Agresif Buka Cabang ke Daerah

PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFO Elektronik) agresif ekspansi buka cabang di daerah, salah satunya di Lumajang.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
UFO
Direktur Utama UFOE Poedji Horixon (tengah) bersama Komisaris Utama UFOE Poedji Hariyanto (berbaju putih) saat peresmian toko UFO Elektronika di Lumajang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFO Elektronik) agresif ekspansi buka cabang di daerah.

Pengelola jaringan toko ritel elektronik UFO Elektronika tersebut, baru saja meresmikan cabang baru di Lumajang, Jawa Timur.

Direktur Utama UFOE, Poedji Horixon, mengatakan tahun ini merupakan tahun yang disiapkan UFOE untuk agresif melakukan ekspansi cabang di beberapa daerah.

"Tahun ini kami rencana membuka minimal 5 toko cabang baru di kota atau kabupaten di Jatim. Sebagai toko cabang pertama di tahun ini, kami resmikan di Lumajang kemarin," kata Poedji, Minggu (26/2/2023).

Toko cabang di Lumajang ini menjadi toko UFO Elektronika yang ke-23.

Saat ini UFOE telah memiliki dua toko Surabaya, kemudian masing-masing satu di Jember, Lumajang, Tuban, Yogyakarta, Bali dan kota lain.

Pengembangan usaha yang agresif ini diakui Poedji karena pihaknya optimis penjualan tahun ini akan terus tumbuh meskipun dunia bisnis dibayangi isu krisis.

"Banyak potensi ekonomi yang bisa terus dikembangkan di daerah-daerah, termasuk di pedesaan. Apalagi pemerintah juga banyak mengucurkan dana pembangunan di tingkat desa, yang bisa menjadi multiplayer efect untuk usaha lainnya, termasuk penjualan elektronik di daerah," ungkap Poedji.

Kebijakan pemerintah yang mencabut PPKM juga membuat semua sektor ekonomi kembali bergerak agresif.

Imbasnya, kebutuhan elektronik juga akan meningkat.

"Saat ini elektronik sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat. Tidak hanya satu, tapi bisa double -double, misalnya televisi sekarang tidak hanya satu unit per rumah, tapi juga sudah beberapa unit. Termasuk AC dan beberapa jenis elektronik lainnya," beber Poedji.

Pasarnya tidak lagi rumah tinggal tapi juga berkembang luas, seperti perkantoran pemerintah, swasta, pabrik, hotel, home stay, dan lainnya.

Demikian juga dengan gadget juga terus meningkat demand-nya, terutama yang terkait dengan teknologi smart elektronik.

“Setelah pandemi pasar elektronik trennya terus meningkat. Karena itu kami optimistis, tahun ini pertumbuhan penjualan mencapai 10-20 persen,” tambah Poedji.

Terkait pasar di Lumajang, Poedji menyebut daerah ini sedang berkembang pesat.

Tidak hanya tempat tinggal, tapi juga wisata serta industri perkebunan.

Diketahui di wilayah Lumajang, banyak perkebunan tebu dan Pabrik Gula (PG), di mana saat ini juga sedang dikembangkan oleh BUMN pergulaan yang tentunya berdampak pada kantor, hunian, dan lainnya. Hal itu ikut mendorong kebutuhan sektor retail elektronik ikut meningkat.

"Selain menambah jumlah outlet, kami juga gencar memberikan promo menarik seperti diskon, hadiah langsung atau diundi, program tukar tambah dan juga cicilan nol persen. Hal ini juga menarik konsumen untuk belanja," terang Poedji.

Selain itu, pihaknya juga memberikan pelayanan terbaik.

Selain lewat market offline, pihaknya juga masuk dalam market digital.

Bahkan saat ini sudah kerjasama dengan beberapa market place besar seperti Tokopedia, Lazada, Bli-bli dan banyak lagi.

“Sekarang trendnya memang digital marketing terutama untuk anak-anak muda. Karena itu selain masuk market place kami juga aktif lewat medsos. Dampaknya cukup bagus. Selain market yang dijangkau lebih luas juga market dari milenial terus bertumbuh. Kami juga aktif menggandeng beberapa bank dan leasing untuk program cicilan dan cashless. Sehingga konsumen semakin dipermudah pembayarannya,” pungkas Poedji.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved