Berita Nganjuk

Sewa Rp 600 Juta Setahun Terlalu Mahal, 27 Kios di GOR Nganjuk Akan Dilepas ke Penawar Tertinggi

Mereka menawar Rp 300 juta per tahun untuk 27 unit kios tersebut karena sewa Rp 600 juta per tahun terlalu mahal.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Deretan kios baru di kompleks GOR Bung Karno Kota Nganjuk masih sepi pembeli setelah ditawarkan Rp 600 juta per tahun. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Tidak laku dilelang senilai sewa minimal Rp 600 juta per tahun, 27 unit kios di kompleks GOR Bung Karno Kota Nganjuk bakal dilelang ulang. Ini setelah hingga sekarang belum ada penawar yang berani menyewa 27 unit kios dengan limit harga terendah tersebut.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi setelah semua kios di kompleks GOR Bung Karno tersebut sepi peminat. Dan rencananya dalam lelang ulang nanti, pemda tidak akan menentukan nilai limit sewa 27 unit kios tersebut.

"Kami sudah arahkan dalam lelang ulang, nantinya penawar diberi kebebasan. Siapa yang menawar tertinggi untuk sewa 27 unit kios, itulah pemenang lelangnya," kata Marhaen, Kamis (16/2/2023).

Dikatakan Marhaen, meski tidak laku dilelang dengan nilai sewa Rp 600 juta per tahun, sebenarnya ada juga yang menawar secara lisan atau tidak memasukkan penawaran dalam lelang. Mereka menawar sekitar Rp 300 juta per tahun untuk 27 unit kios tersebut. Ini karena nilai sewa Rp 600 juta per tahun tersebut terlalu mahal.

"Apalagi di kompleks GOR Bung Karno tersebut belum bisa dipastikan apakah ramai pembeli karena semuanya kios baru. Alasan itulah yang kami terima sehingga akan melelang ulang 27 unit kios tersebut," ucap Marhaen.

Nantinya pemenang lelang akan memiliki kewenangan penuh dalam pengelolaan 27 unit kios di kompleks GOR Bung Karno Nganjuk tersebut. Apakah akan disewakan kembali atau digunaka, semuanya tergantung dari pemenang lelang 27 unit kios.

"Yang pasti, uang sewa 27 kios tersebut akan masuk sebagai PAD Nganjuk untuk pembangunan. Artinya, uang dari penyewaan kios tersebut kembali untuk rakyat Nganjuk," ujar Marhaen.

Sedangkan untuk peserta lelang 27 unit kios itu, tidak membatasi dari mana. Namun sebisa mungkin pemenang lelang tersebut asli warga lokal Nganjuk.

Dengan demikian kios yang dibangun dari Dana Insentif Daerah (DID) APBD Nganjuk tahun 2020 yang mencapai Rp 1,955 miliar bisa untuk warga Nganjuk sendiri. "Tetapi kami tunggu saja proses lelang ulang kios di kompleks GOR Bung Karno itu," tutur Marhaen. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved