Citizen Reporter
Healing di Pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang
Kota Malang menjadi salah satu lokasi yang pas untuk healing dan menenteramkan mental yang kusut akibat rutinitas sehari-hari.
Itu adalah lokasi yang direkomendasikan untuk mereka yang ingin mencari perjalanan yang tidak biasa.
Pasar Oro-Oro Dowo menjadi pilihan unik yang bisa dijadikan alternatif titik temu di Malang.
Pasar tradisional yang dibuat sejak zaman Belanda dan terletak di Jalan Guntur, Klojen itu, kini sudah berubah menjadi pasar rakyat yang bersih, sehat, dan mampu bersaing dengan pasar modern.
Dalam panduan web internasional pariwisata Tripadvisor.com, Pasar Oro-Oro Dowo menduduki peringkat 2 tempat yang harus didatangi di Malang untuk kategori gedung yang menarik untuk dikunjungi.
Jika brand yang dipasang menggunakan kata pasar, jangan apriori dulu.
Persepsi tentang pasar tradisional yang becek, beraroma menyengat, dan panas harus dicoret.
Pasar Oro-Oro Dowo ditata cukup rapi.
Itu sebabnya, lokasi itu bisa menjadi area pertemuan untuk mencari rahasia di dalamnya.
Berbeda dengan aroma pasar tradisional yang menyengat, begitu memasuki pintu pasar, pengunjung justru disambut dengan beragam aroma yang menggugah selera.
Harum manis kue lumpur kentang dan onde-onde yang baru matang berbaur dengan aroma gurih bakso goreng yang masih bermandi minyak panas di penggorengan.
Aktivitas seperti itu tentu saja tidak boleh ditolak.
Masuk lokasi saja sudah seperti menyaksikan reels di media sosial.
Di sebelah sana ada tangan terampil yang lincah mencungkil kue lumpur.
Aroma gosong yang khas seperti tangan yang memanggil untuk datang dan membeli.
“Kue lumpurnya mantap,” kata Ignatius yang telah memilih camilan berat itu bahkan sebelum masuk pasar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/penjual-jajanan-di-pasar-oro-oro-dowo-kota-malang.jpg)