Sabtu, 25 April 2026

Citizen Reporter

Film Pathaan Jadi Pemersatu Bollymania Indonesia

film Bollywood yang ditunggu pada 2023 adalah film Pathaan yang dibintangi oleh King of Bollywood, Shah Rukh Khan.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: irwan sy
IST
Acara nobar film Pathaan di Surabaya dihadiri oleh Bollymania Indonesia dari komunitas HCK NB Grup dan Shah Rukh Khan Fans Club Indonesia (SRKFCI) dengan total peserta 96 orang, Minggu (29/1/2023). 

SURYA.co.id - Film-film Bollywood punya tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia.

Salah satu film Bollywood yang ditunggu pada 2023 adalah film Pathaan yang dibintangi oleh King of Bollywood, Shah Rukh Khan.

Film itu begitu ditunggu karena sejak lima tahun lalu Shah Rukh Khan belum merilis film baru.

Antusiasme Bollymania Indonesia menyambut film baru ini terlihat dari adanya kegiatan nonton bareng yang diadakan serentak di banyak kota di Indonesia.

Menurut Imam Syafii Khan dari Halaman Cerita Kita Ngobrol Bollywood (HCK NB), tercatat di Jakarta, Bekasi, Bandung, Cirebon, Tegal, Solo, Semarang, Malang, Palembang, Medan, dan Surabaya mengadakan acara ini, Minggu (29/1/2023).

Para Bollymania ini tergabung dalam berbagai macam komunitas pecinta Bollywood.

Meski dari nama komunitas yang berbeda, pesona film Pathaan mampu menyatukan Bollymaniandalam ruang yang sama.

Acara nobar di Surabaya dihadiri oleh Bollymania dari komunitas HCK NB Grup dan Shah Rukh Khan Fans Club Indonesia (SRKFCI) dengan total peserta 96 orang.

Bertempat di Audio 7 CGV Marvel City Surabaya, nonton bareng berlangsung sejak pukul 13.00–17.00 WIB.

Setiap peserta nonton bareng yang sudah mendaftar akan mendapatkan merchandise berupa stiker, gantungan kunci, dan poster film Pathaan.

Selain itu, ada beberapa hadiah yang disediakan oleh HCK NB dan SRKFCI untuk diundi di akhir acara.

HCK NB dan SRKFCI juga memberikan seruan kepada peserta nobar untuk tidak merekam film yang sedang diputar karena itu merupakan pelanggaran.

Roni dari SRKFCI menyampaikan, merekam film dapat berakibat pada terbatasnya film India yang diputar serta melanggar undang-undang perfilman yang berlaku.

Latifah yang berasal dari Surabaya datang bersama 17 orang lainnya yang masih kerabat dekat.

Mereka tidak hanya dari Surabaya, tetapi ada juga yang berasal dari Pasuruan, Bangkalan, dan Mojokerto.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved