Rabu, 15 April 2026

Berita Ponorogo

Cegah PMK Meluas, Pemkab Ponorogo Mulai Lakukan Sterilisasi Pasar Hewan

Cegah hewan ternak terjangkit PMK, Pemkab Ponorogo mulai melakukan sterilisasi pasar hewan dengan menyemprotkan cairan disinfektan.

Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Pramita Kusumaningrum
Petugas dari BPBD Ponorogo melakukan sterilisasi di Pasar Hewan Jetis, Jumat (27/1/2023). 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Cegah hewan ternak terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mulai melakukan sterilisasi pasar hewan dengan menyemprotkan cairan disinfektan.

“Personel kami sudah mulai melakukan sterilisasi. Surat masuk dari Disperdagkum (Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM) tanggal 24 Januari 2023 lalu,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Henry Indra Wardhana, Jumat (27/1/2023)

Dia menyebutkan, sterilisasi dilakukan utamanya di pasar hewan. Pasar hewan yang ada di Ponorogo adalah Pasar Hewan Jetis di Kecamatan Jetis dan Pasar Hewan Sumoroto, Kecamatan Kauman.

“Kami lakukan sterilisasi setiap pasaran. Kalau di Pasar Hewan Jetis setiap pahing (hari dalam tanggalan jawa) dan Sumoroto setiap Kliwon (hari dalam tanggalan Jawa),” ungkap Henry.

Baca juga: PMK Kembali Menyerang Ratusan Ternak di Ponorogo, Ditemukan Satu Hewan Mati

Metodenya, kata dia, personel akan melakukan sterilisasi sebanyak dua kali. Pada malam hari sebelum hari pasaran, personel BPBD melakukan penyemprotan disinfektan di area pasar.

“Kemudian pagi harinya, biasanya subuh itu hewan yang masuk ke pasar hewan disemprot disinfektan,” jelas mantan Kepala Dinas Pekerjaaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) ini.

Personel yang dikirimkan, kata dia, di Pasar Hewan Jetis sebanyak 5 orang. Sementara, di Pasar Hewan
Sumoroto sebanyak 4 orang.

“Pasar Hewan Jetis memang lebih banyak. Karena di Jetis ada dua pasar hewan, buat jual beli kambing di sebelah selatan dan sapi di sebelah utara. Memang besar,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, Masun mengatakan bahwa beberapa langkah pencegahan agar PMK tidak meluas harus dilakukan.

Menurutnya ada beberapa cara, salah satunya adalah dengan sterilisasi.

“Kami sudah kerja sama dengan Disperdagkum (Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM) serta BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), memang sudah jalan untuk sterilisasi,” pungkasnya.

Untuk sekedar diketahui, setelah 3 bulan zero kasus PMK di bumi reog. Kini ditemukan 180 hewan ternak terjangkit PMK. Ratusan hewan ternak yang terjangkit PMK itu menyebar di 12 Kecamatan di Ponorogo.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved