Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Banyuwangi

Banyuwangi Libatkan Penjual Sayur Keliling Salurkan Makanan ke Balita Stunting

Pemkab Banyuwangi mengalokasikan Rp7 miliar untuk memberi tambahan nutrisi bagi ibu hamil berisiko tinggi (bumil risti) dan balita stunting.

Tayang:
Penulis: Haorrahman | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Haorrahman
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengecek bahan makanan yang disalurkan penjual sayur keliling kepada keluarga balita stunting saat kegiatan Bupati Ngantor di Desa di Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Rabu (25/1/2023). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Untuk mempercepat penurunan stunting di daerahnya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melibatkan kader Posyandu dan penjual sayur.

Warung sayur atau penjual sayur keliling (mlijoan) dilibatkan dalam penyaluran makanan bernutrisi kepada keluarga balita dengan permasalahan tumbuh kembang tersebut.

Adapun kader posyandu, setiap hari memantau pelaksanaan dan perkembangannya.

Pemkab Banyuwangi mengalokasikan Rp7 miliar untuk memberi tambahan nutrisi bagi ibu hamil berisiko tinggi (bumil risti) dan balita stunting.

Bupati Ipuk juga ikut mengecek langsung penyiapan program tersebut.

Bupati Ipuk mengunjungi Ibu Maninten yang putrinya berusia 19 bulan memiliki berat badan kurang dari 8 kg dan tinggi badan hanya 73 cm.

Maninten yang tinggal di Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo ini setiap hari akan dikirimi sayuran dan bahan makanan berprotein tinggi oleh Suyanto, penjual sayur keliling di lokasi tersebut.

“Saya diberi tugas setiap hari mengirim bahan makanan. Mulai sayuran, lalu ditambah daging ayam, daging sapi atau telur. Bergantian belanjaan yang dikirim, biar tidak bosan juga,” kata Suyanto kepada Bupati Ipuk di sela-sela kegiatan Bupati Ngantor di Desa di Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Rabu (25/1/2023).

Bupati Ipuk menjelaskan, pada 2023 ini, Pemkab Banyuwangi mengalokasikan anggaran Rp 7 miliar untuk intervensi nutrisi ke ibu hamil risiko tinggi dan bayi di bawah dua tahun atau baduta guna mempercepat penurunan stunting.

Bupati Ipuk menjelaskan, anggaran tersebut dialokasikan ke 25 kecamatan, nantinya kecamatan bekerja sama dengan warung atau mlijoan untuk menyalurkan makanan bernutrisi seperti telur, ikan, ayam serta daging kepada bayi dan dan bumil risti. Warung dan mlijoan nantinya akan dibayar oleh tim untuk proses penyalurannya.

"Jadi dengan program ini, selain bayi dan ibu hamil mendapat tambahan asupan nutrisi, warung-warung dan mlijoan juga mendapat manfaat. Ini juga upaya untuk meninggkatkan ekonomi arus bawah," jelas Bupati Ipuk.

Untuk memonitor perkembangan balita stunting, kader posyandu atau dasa wisma dilibatkan. Mereka setiap harinya diminta mengunggah data nutrisi yang diterima sasaran dalam sebuah aplikasi Banyuwangi Tanggap Stunting.

“Mereka setiap hari akan update data, mulai nutrisi yang diterima maupun perkembangan kondisi bayi atau bumil risti yang sedang diintervensi. Jadi datanya real time,” kata Bupati Ipuk.

Dalam penanganan stunting, Banyuwangi telah mengidentifikasi data by name, by address, berikut faktor risikonya.

“Harapan kami, dengan data yang update setiap saat itu akan mempemudah kami melakukan intervensi program yang tepat sasaran,” imbuhnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved