Berita Blitar

Sambut Tahun Baru Imlek 2023, Umat Konghucu Kota Blitar Mandikan Patung Dewa

Para umat Konghucu Yayasan Klenteng Poo An Kiong Kota Blitar membersihkan tempat ibadah dan memandikan patung dewa menyambut Imlek

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/samsul hadi
Umat Konghucu Kota Blitar membersihkan tempat ibadah dan memandikan patung dewa menyambut Tahun Baru Imlek, Selasa (17/1/2023). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Para umat Konghucu Yayasan Klenteng Poo An Kiong Kota Blitar membersihkan tempat ibadah dan memandikan patung dewa menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2574, Selasa (17/1/2023).

Sejumlah orang terlihat memandikan patung dewa di ruang lantai dua Ruko, Jl Mawar, Kota Blitar. Sebagian lagi, tampak membersihkan altar yang dipakai untuk sembahyangan di ruko tersebut.

Ruang lantai dua ruko dengan luas sekitar 5 meter x 15 meter untuk sementara disulap menjadi tempat ibadah menyambut Tahun Baru Imlek.

"Kegiatan hari ini, kami membersihkan tempat ibadah beserta segala kelengkapannya untuk menyambut Tahun Baru Imlek," kata Rohaniwan Konghucu Yayasan Klenteng Poo An Kiong Kota Blitar, Endang Titis Bodro Triwarsi, Selasa (17/1/2023).

Perayaan Tahun Baru Imlek bagi umat Konghucu Yayasan Klenteng Poo An Kiong Kota Blitar tahun ini memang sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya.

Tahun ini, para umat Konghucu Kota Blitar melaksanakan rangkaian kegiatan Tahun Baru Imlek di sekretariat sementara Yayang Klenteng Poo An Kiong, di Ruko, Jl Mawar, Kota Blitar.

Sebab, Klenteng Poo An Kiong masih dalam proses pembangunan ulang pasca terbakar pada November 2021 lalu.

"Dengan kegiatan ini, intinya kami bersyukur, kami membuka hati dan siap membersihkan diri untuk menuju lebih baik ke depannya," ujar Endang.

Endang mengatakan baru kali pertama ini umat Konghucu Kota Blitar melaksanakan rangkaian kegiatan Tahun Baru Imlek di bangunan ruko.

Bangunan ruko itu menjadi sekretariat sementara selama proses pembangunan Klenteng Poo An Kiong pasca peristiwa kebakaran pada November 2021 lalu.

"Yang pasti ada kendala, terutama soal tempat, biasanya di sana (Klenteng) tempatnya luas, di sini (ruko) tempatnya terbatas. Tidak bisa menampung semua umat," katanya.

Tapi, kata Endang, meski tempatnya tidak luas, pelaksanaan sembahyang menyambut Tahun Baru Imlek tidak ada masalah.

Panitia akan membatasi peserta sembahyang menyambut Tahun Baru Imlek.

"Nanti, untuk sembahyang maupun upacara ritual menyambut Tahun Baru imlek akan diwakili oleh pengurus. Umat yang ingin sembahyang bisa bergantian," katanya.

Endang berharap di Tahun Baru Imlek 2574 dengan shio Kelinci Air ini kehidupan masyarakat Indonesia lebih baik. Baik secara ekonomi maupun secara keamanan.

"Semoga tahun kelinci air ini membawa kesejahteraan untuk masyarkat dan bangsa Indonesia. Semua bergembira seperti tabiat kelinci yang menyenangkan. Semoga semua menyenangkan," katanya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved