Berita Kediri

Pria Surabaya yang Bacok Ayah Kandung di Kediri Diduga Alami Depresi Usai PHK

AJ yang warga asal Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya melakukan aksi nekatnya ketika berada di Kediri.

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Humas Polres Kediri
AJ (32) pelaku pembacokan terhadap ayah kandungnya sendiri saat menjalani sesi pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - AJ (32), warga asal Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya pelaku pembacokan terhadap ayah kandungnya di Kabupaten Kediri diduga mengalami depresi.

AJ yang warga asal Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya melakukan aksi nekatnya ketika berada di Kediri.

AJ bersama sang ayah, HS (67) kala itu tengah menjaga rumah milik salah satu warga di Dusun Kauman, Desa Pagu, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

AJ diketahui menganiaya HS karena kesal saat sang ayah mengingatkannya untuk melakukan salat.

Kapolsek Pagu AKP Agus Sudarjanto menuturkan, pelaku bahkan tega menganiaya korban menggunakan senjata tajam berjenis bendo.

"Keduanya terlibat cekcok dan berakhir pada peristiwa penganiayaan tersebut. Korban sempat mengalami luka serius di beberapa bagian. Menyadari perbuatannya, pelaku sempat mengantar korban ke rumah sakit," kata AKP Agus, Jumat (30/12/2022).

Selain karena kesal dimarahi ayahnya, diduga AJ ini juga tengah dalam keadaan depresi. Hal tersebut disampaikan oleh sang ayah pada petugas kepolisian.

Menurut penuturan sang ayah, AJ mengalami depresi dan emosi yang tak stabil sejak di-PHK dari tempat kerjanya tiga tahun lalu.

AJ kerap linglung, ditambah dengan kematian ibunya belum lama ini. Bahkan sejak diberhentikan dari tempat kerja sebagai operator peti kemas di Surabaya, sampai saat ini AJ masih menganggur.

Kondisi emosional yang tak stabil dari AJ tersebut diperkuat saat pihak kepolisian berusaha menggali informasi lebih dalam.

Menurut AKP Agus, AJ saat dimintai keterangan sering memberikan jawaban yang tak jelas.

"Beberapa kali dimintai keterangan, terduga pelaku ini jawabannya ngelantur. Namun kami terus memperdalam untuk mendapatkan informasi lebih lanjut," paparnya.

Sampai saat ini, kasus pembacokan yang dilakukan oleh AJ masih dalam tahap penyelidikan oleh kepolisian.

Pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan kejiwaan untuk mengetahui apakah AJ benar-benar dalam kondisi gangguan jiwa atau tidak.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved