Berita Surabaya

Pemprov Jatim Dukung UMKM Toko Kelontong di Pesta Retail Djawa Timoer 2022

Sampoerna Retail Community menggelar Pesta Retail Djawa Timoer 2022, di lapangan Parkir Lotte Grosir Sidoarjo, Waru (17/12/2022).

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
IST
Sampoerna Retail Community menggelar Pesta Retail Djawa Timoer 2022, di lapangan Parkir Lotte Grosir Sidoarjo, Waru (17/12/2022). Kehadiran SRC dalam mendukung pelaku usaha kecil, khususnya toko kelontong, diharapkan dapat membuat ekonomi di Jatim dan Indonesia semakin tumbuh dan berkembang. 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - PT HM Sampoerna Tbk atau Sampoerna, melalui PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) secara konsisten mendukung transformasi dan digitalisasi bagi UMKM toko kelontong melalui Sampoerna Retail Community (SRC).

Upaya ini terbukti memberikan dampak positif khususnya dalam menggerakkan perekonomian dan meningkatkan kontribusi sektor UMKM.

Kini, terdapat lebih dari 225.000 toko kelontong tradisional di seluruh Indonesia yang telah bergabung dengan SRC dan mendapatkan pembinaan untuk mengembangkan usahanya agar lebih berdaya saing.

"Dengan demikian, mereka siap bersaing sesuai kebutuhan zaman dan turut mendukung perekonomian Indonesia," kata Ivan Cahyadi, Direktur Penjualan Sampoerna, Minggu (18/12/2022).

Dalam rangka merayakan kesuksesan toko kelontong SRC memberi dampak positif bagi masyarakat, SRCIS menggelar Pesta Retail Djawa Timoer 2022, di lapangan Parkir Lotte Grosir Sidoarjo, Waru.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Pesta Retail terbesar di Indonesia yang digelar mulai 26 November 2022 hingga 18 Desember 2022.

Kepala Dinas Koperasi & UKM Jawa Timur, Dr Andromeda Qomariah MM, yang hadir mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi terhadap upaya pengembangan toko kelontong yang dilakukan oleh SRC.

Ia berharap pengembangan UMKM ini akan terus berjalan dan semakin luas.

“Bukan hanya di dalam penyediaan produk-produk pabrikan, tetapi juga di dalam memasarkan produk-produk unggulan lokal sehingga ada sinergi antara produk-produk pabrikan dengan produk-produk lokal yang berada di suatu daerah,” kata Andromeda.

Andromeda menambahkan UMKM membutuhkan bantuan legalitas, digitalisasi, serta peningkatan sumber daya manusia dan produksi agar dapat naik kelas.

Dengan demikian, toko kelontong dapat bergerak hingga ke tingkat nasional dan global.

Menurutnya, SRC, yang didukung dengan komunitas yang kuat, dapat membuat ekonomi di Jatim dan juga Indonesia semakin tumbuh dan berkembang.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia telah menyebutkan bahwa UMKM berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Sektor ini berkontribusi hingga 60,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), serta memiliki kemampuan untuk menyerap 96,9 persen dari total angkatan kerja nasional.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved