Berita Gresik
Berikut Jadwal Launching Kawasan Heritage Bandar Grissee di Gresik, Kaya Akan Sejarah dan Budaya
Kawasan Kota Tua Gresik atau pada jaman kolonial dikenal dengan sebutan Kota Bandar Grissee tengah berbenah, kejayaannya akan mulai dihidupkan lagi.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, GRESIK - Bandar Grissee adalah nama Kabupaten Gresik pada masa kolonial Belanda, merupakan kota pelabuhan yang berperan dalam perdagangan di Nusantara sejak abad ke-14 masehi.
Secara umum, Bandar Grissee dapat dipandang sebagai sebuah titik yang menghubungkan berbagai titik perdagangan lain di sepanjang jalur perdagangan dunia.
Dalam jalur perdagangan ini, wilayah barat yakni Eropa dihubungkan dengan wilayah timur yaitu China.
Meskipun demikian, dalam praktiknya, hubungan dagang yang terjadi tidak hanya melibatkan bangsa Eropa dan China saja. Tetapi, juga bangsa lain yang berada disepanjang jalur tersebut, terutama bangsa Arab, Persia dan India.
Kejayaan ini akan mulai "dihidupkan" kembali di bawah era kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dan Wakil Bupati Aminatun Habibah (Bu Min).
Mulai Jumat (16/2022) besok, hingga Minggu (18/12/2022), akan dimulai secara resmi launching Bandar Grissee sekaligus Tenun Gresik.
Diawali dengan penampilan artis lokal dan kumandang Salawat Nabi bersama pada hari pertama, rangkaian kegiatan ini akan dilanjutkan dengan parade fashion show dan festival kembang api untuk menambah semarak acara pada hari kedua.
Kemudian, rangkaian acara akan ditutup pada hari ketiga dengan fun bike dan penampilan spesial dari artis ibukota.
Kawasan Kota Tua Gresik, atau yang dulunya dikenal dengan sebutan Kota Bandar Grissee tengah berbenah.
Kawasan dengan luas 60 hektare ini, mulai menata diri sejak Februari 2022.
Dengan anggaran sebesar Rp 47 miliar dari APBN, wilayah dan bangunan-bangunan kuno yang berdiri sejak abad ke-14 di kawasan itu akan disulap menjadi lebih fresh dan kekinian. Tentunya, tanpa mengubah nilai sejarah yang ada.
Wilayah kawasan heritage Bandar Grissee tergolong luas, dengan tujuh ruas jalan. Antara lain, Jalan Kramatlangon, Malik Ibrahim, Agus Salim, KH Zubair, Basuki Rahmat, AKS Tubun dan Setia Budi.
Di samping itu, terdapat 3 kampung yang akan di revitalisasi secara tematik. Yakni, Kampung Pecinan, Kampung Kolonial Kelurahan Bedilan dan Kampung Pribumi atau Peranakan Kelurahan Pekelingan.
Ketiga pembangunan kawasan tersebut, akan disesuaikan dengan ciri khasnya masing-masing.
Kemajemukan dalam persatuan, merupakan hal yang ingin ditampilkan lewat revitalisasi tematik dari beberapa kampung tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kawasan-heritage-Bandar-Grissee-di-Gresik.jpg)