Niat Puasa Senin Kamis Siang Hari, Ini Batas Waktunya Menurut Ulama
Membaca niat Puasa Senin Kamis atau Puasa Sunnah lainnya dapat dikerjakan pada pagi atau siang hari.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Membaca niat Puasa Senin Kamis atau Puasa Sunnah lainnya dapat dikerjakan pada pagi atau siang hari.
Hukum membaca niat Puasa Senin Kamis siang hari didasarkan pada tuntunan Rasulullah SAW dalam hadist sahih.
Dengan catatan sampai waktu membaca Niat Puasa Senin Kamis, belum sama sekali melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
“Dari Aisyah, ummul mukminin RA, ia bercerita, ‘Suatu hari Nabi Muhammad SAW menemuiku. Ia berkata, ‘Apakah kamu memiliki sesuatu (yang dapat kumakan)?’ Kami jawab, ‘Tidak.’ ‘Kalau begitu aku puasa saja,’ kata Nabi. Tetapi pada hari lain, Rasul pernah menemui kami. Kami katakan kepadanya, ‘Ya rasul, kami memiliki hais, makanan terbuat dari kurma dan tepung, yang dihadiahkan oleh orang.’ ‘Perlihatkan kepadaku meski aku sejak pagi berpuasa,’ kata Nabi. Ia lalu memakannya,’” (HR Muslim).
Kapan batas niat puasa senin kamis?
Menurut Quraish Shihab dalam bukunya berjudul Fiqih Praktis 1 Prof Quraish Sihab, batas membaca Niat Puasa Senin Kamis atau puasa Sunnah lainnya adalah sebelum waktu Sholat Dzuhur.
Niat Puasa Senin Kamis Siang Hari
Niat Puasa Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati yaumil itsnaini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Senin ini karena Allah ta’ala.”
Niat Puasa Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati yaumil khamîsi lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis ini karena Allah ta’ala.”
