Kamis, 9 April 2026

Berita Banyuwangi

Layanan Adminduk "Landung Pecari" Banyuwangi Raih Top 30 Kovablik Jatim

Layanan Administrasi Kependudukan Landung Pecari Pemkab Banyuwangi mendapat penghargaan Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jatim

Penulis: Haorrahman | Editor: Cak Sur
Istimewa
Layanan adminduk Landung Pecari Pemkab Banyuwangi mendapat penghargaan Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur 2022 dari Pemprov Jawa Timur. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) Landung Pecari Pemkab Banyuwangi mendapat penghargaan Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur 2022 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Penghargaan tersebut, diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Kepala Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil Banyuwangi Djuang Pribadi yang disaksikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas di Madiun, Rabu (7/12/2022).

Landung Pecari merupakan program kolaboratif antara Dispendukcapil Banyuwangi dengan Pengadilan Agama (PA) dan Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, terkait pemutakhiran data kependudukan. 

“Ini merupakan layanan bagi pemohon cerai di PA Banyuwangi. Setelah diputus oleh majelis hakim maka status perkawinannya kan juga berubah. Nah dokumen kependudukannya langsung kami proses menyesuaikan dengan perubahan status mereka. Misalnya menjadi cerai hidup,” kata Djuang usai menerima penghargaan yang diserahkan dalam acara Festival Inovasi Desa di Kabupaten Madiun tersebut. 

Dokumen yang langsung dimutakhirkan datanya meliputi akta cerai, KTP dan KK yang menyesuaikan dengan status baru. 

”Bisa disebut layanan 3 in 1. Usai menerima akta cerai, pemohon akan mendapatkan dokumen lain seperti KTP-el dan KK dengan status yang baru. Masyarakat tidak perlu berpindah-pindah kantor untuk mengurus perubahan statusnya, sehingga lebih efektif dan efisien,” jelas Djuang.

Inovasi ini dilaksanakan secara terintegrasi. Kantor PA menyediakan ruang khusus bagi petugas Dispendukcapil untuk memberikan pelayanan Landung Pecari. Sehingga warga yang telah mengambil akta cerai di loket PA, bisa langsung bergeser ke loket Dispenduk untuk memperbarui status perkawinan di dokumen administrasi kependudukannya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani secara terpisah mengatakan, inovasi ini tak hanya berdampak positif bagi warga, namun juga pemerintah. '

Selain memudahkan warga dalam mengurus perubahan status administrasi kependudukannya pasca bercerai, inovasi ini juga meningkatkan pemutakhiran data kependudukan.

Sejak inovasi ini digulirkan, pembaharuan dokumen kependudukan pasca bercerai terus meningkat, yakni mencapai 89 persen (2021). Jumlah ini meningkat tajam dari yang 34 persen di tahun 2020.

“Kalau dulu warga segan mau mengurus karena tidak terintegrasi. Tapi sekarang dokumen mereka otomatis berubah setelah statusnya ditetapkan," kata Bupati Ipuk. 

Sebelumnya, inovasi Landung Pecari terpilih 45 besar inovasi pelayanan publik se-Jawa Timur yang dipaparkan oleh Bupati Ipuk sendiri di hadapan dewan penilai pada awal Oktober 2022 lalu. 

Tim dewan juri terdiri dari Guru Besar Fisipol Unair Prof Dr Jusuf Irianto, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jatim Agus Muttaqin, Direktur Eksekutif The Jawa Pos Institute of Pro Otonomi Dr Rohman Budijanto, National Advisor for Governance and Public Service Redhi Setiadhi, Provincial Coordinator USAID ERAT Jatim Dina Limanto dan Public Sector Specialist di Pentatone Creative Didik Purwondanu. 

Dalam festival tersebut, juga diserahkan penghargaan kepada Desa Setail di Kecamatan Genteng Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai Desa Berakhlak (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif).

Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Khofifah kepada Kades Setail, Saifudin.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved