Berita Sidoarjo

Dimediasi Wabup Sidoarjo, Usaha Pemotongan Unggas di Pasar Sepanjang Harus Dipindahkan

kesepakatan bahwa pengusaha sudah tidak diperkenankan lagi melakukan aktivitas pemotongan unggas di Pasar Sepanjang

Penulis: M Taufik | Editor: Deddy Humana
surya/m taufik
Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi, mengikuti mediasi dalam konflik pelaku usaha Tempat Pemotongan Unggas di Pasar Sepanjang, Kamis (8/12/2022). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Demo puluhan warga sekitar Pasar Sepanjang yang memprotes munculnya usaha pemotongan unggas di Kecamatan Taman yang mencemari lingkungan beberapa waktu, membuahkan hasil. Dari hasil mediasi yang dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Subandi, Kamis (8/12/2022), disepakati bahwa usaha pemotongan unggas itu harus dipindahkan ke tempat lain.

Keputusan relokasi terhadap usaha pemotongan unggas yang limbahnya dikeluhkan warga itu, tertuang dalam mediasi. Subandi bahkan menegaskan bahwa pasar hanya ut

“Fungsi pasar merupakan tempat jual beli. Bukan digunakan untuk tempat usaha pemotongan unggas. Pemkab Sidoarjo sudah menyediakan tempat Rumah Potong Unggas (RPU) yang terdapat di Kecamatan Krian. Tempat tersebut bisa dimanfaatkan pengusaha pemotongan unggas yang ada di Pasar Sepanjang,” kata Subandi.

Dalam proses mediasi yang digelar di Kelurahan Wonocolo itu, salah satu perwakilan pengusaha pemotongan unggas meminta kelonggaran waktu relokasi. Pihaknya juga menawarkan alternatif pembuangan limbah dengan membangun penampungan sementara.

Ia berjanji bahwa limbah akan rutin disedot menggunakan truk tangki. Namun usulan tersebut ditolak oleh warga. Kemudian Wabup Subandi mengarahkan para pelaku usaha pemotongan unggas untuk melakukan pemotongan di RPU Krian.

"Yang jelas, saya tidak ingin mematikan rezeki. Saya juga (punya) usaha pemotongan pak, jadi saya tahu persis besaran limbah yang dihasilkan dari pemotongan tersebut. Dari pada Anda susah-susah sewa tangki untuk mengangkut limbah, akan lebih baik jika pemotongan tersebut dilakukan di Krian. Terlebih soal limbah, usaha anda tidak mencemari lingkungan sekitar nantinya, karena sudah ditangani pihak RPU," imbuh Subandi.

Setelah disepakati dilakukan relokasi, mediasi tersebut ditutup dengan kesepakatan bahwa pengusaha sudah tidak diperkenankan lagi melakukan aktivitas pemotongan unggas di Pasar Sepanjang. Jika ada yang tetap nekat atau membandel, akan berurusan dengan Satpol PP.

Beberapa waktu lalu sejumlah warga berunjukrasa memprotes tempat pemotongan unggas di kompleks Pasar Sepanjang di Kecamatan Taman, Sidoarjo karena dirasa telah mencemari lingkungan.

Warga dari Desa Wonocolo dan Ngelom itu demo meminta pemerintah menutup tempat pemotongan unggas yang dianggap meresahkan warga. “Limbah dari pemotongan unggas di komplek Pasar Sepanjang itu sangat menganggu. Seperti bulu unggas dan kotoran yang mencemari lingkungan,” kata Nanang Qosim koordinator aksi.

Menurutnya, aksi warga itu sengaja digelar untuk mendesak agar pasar sepanjang dikembalikan sebagaimana fungsinya seperti semula. Menurut Nanang, di Desa Wonocolo dan Ngelom setidaknya ada empat RT yang terdampak aktivitas pemotongan unggas di Pasar Sepanjang itu.

Air sungai jadi keruh, kotor, dan baunya menyengat. Sumur-sumur warga juga terdampak. Saat musim hujan, kadang keluar belatung di rumah-rumah warga. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved