Persebaya Surabaya
Bonek Writer Forum Galakkan Literasi dan Gemar Terbitkan Buku Persebaya
Bonek Writer Forum (BWF) ini diinisiasi beberapa suporter dari berbagai latar belakang. Diantaranya, dosen, jurnalis, mahasiswa, pengusaha dan seniman
Penulis: Zainal Arif | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.co.id | SURABAYA - Biasanya suporter Persebaya Surabaya Bonek identik dengan pendukung yang berani dan solid saat menonton pertandingan di stadion. Namun lima tahun lalu lahir sebuah komunitas bonek yang menggemari literasi persepakbolaan.
Ya, mereka adalah Bonek Writer Forum (BWF). Komunitas ini diinisiasi beberapa suporter dari berbagai latar belakang. Diantaranya, dosen, jurnalis, mahasiswa, pengusaha hingga seniman.
Pendiri sekaligus inisiator terbentuk BWF terdiri dari beberapa orang suporter. Ada Dhion Prasetya, Fajar Junaidi, Bagus Priambodo, Rojil, Bimo, Joko Kristiono, Obed Bima, Agnes Santoso, dan Oryza A Iriawan yang saat ini tersebar di berbagai wilayah.
Salah satu inisiator BWF, Oryza mengatakan, awalnya mereka mendirikan BWF untuk membuat sebuah wadah literasi bagi suporter Persebaya untuk mengetahui sejarah Persebaya.
"Produk pertama kami itu website sejarahpersebaya.com yang menjadi tempat bagi karya para penulis dan kontributor untuk menulis sejarah Persebaya yang lahir sejak 18 Juni 1927 silam," ujar Oryza kepada SURYA.co.id, Selasa (6/12/2022).
Menurut Oryza, tidak banyak orang yang tau bagaimana perjalanan Persebaya terutama saat Bajul Ijo di era Perserikatan.
Oleh karena itu, ia bersama dengan teman-temannya berusaha untuk meliterasi suporter Persebaya agar memahami arti sepakbola yang sesungguhnya.
"Jadi tidak hanya berbicara mengenai pertandingan 2 x 45 menit saja. Tapi suporter harus memahami klubnya sebagai identitas kota atau daerahnya," ujar pria yang berprofesi sebagai jurnalis itu.
"Jika suporter memahami sepakbola sebagai bagian dari kehidupan, maka tidak akan tercipta yang namanya kebencian. Ini yang sedang kami galakkan kepada para suporter karena rivalitas berbeda dengan kebencian," imbuhnya.
Sejak berdiri, BWF memiliki tradisi merayakan hari jadi Persebaya dengan menerbitkan buku maupun bahan bacaan lainnya, baik secara online maupun offline.
Pada 18 Juni 2019 silam, BWF menyambut HUT Persebaya dengan menerbitkan buku elektronik berjudul Make Persebaya 92eat Again.
Setahun kemudian, di tanggal yang sama, BWF menerbitkan koran BWF yang berisi kisah-kisah para penulisnya saat mendukung Persebaya dalam berlaga di stadion.
Tak berhenti disitu, di tahun 2020 BWF juga bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surabaya menerbitkan buku bertajuk Tolak Bala Sepak Bola dan Bencana.
Di tahun 2021, BWF menjalin kerja sama dengan UK Petra Surabaya dan menerbitkan buku berjudul Sepak Bola dan Kelas Pekerja.