Berita Jember

Mantan Pegawai RSUD dr Soebandi Jember Jadi Tersangka Korupsi, Bupati Hendy Siswanto Angkat Bicara

Mantan Pegawai Non ASN RSUD dr Soebandi Jember, memperjualbelikan obat milik pasien BPJS Kesehatan. Kerugian negara mencapai Rp 355.149.798.

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Imam Nahwawi
Bupati Jember, Hendy Siswanto. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Kabar Kejaksaan Negeri (Kejari) menetapkan mantan Pegawai Non ASN RSUD dr Soebandi Jember, IDD jadi tersangka korupsi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menilai persoalan tersebut sudah cukup lama dan telah melalui tahapan proses pemeriksaan yang panjang. 

"Dan kami pasrah saja, ini sudah melalui proses. Dan direktur RSUD dr Soebandi juga sudah dipanggil," ujar Bupati Hendy, Senin (5/12/2022). 

Menurutnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Soebandi Jember, Hendro juga sudah memberikan klarifikasi di Kejaksaan, sehingga semua ketentuan berada di aparat penegak hukum.

"Kami pasrahkan ke penegak hukum," tambah Hendy. 

Tentu dengan adanya masalah ini, lanjut Hendy, akan dijadikan catatan dan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Jember untuk menata sistem birokrasi yang lebih baik. 

"Kami akan melakukan untuk lebih teliti kembali, jadi sistem yang ada jangan sampai terjadi seperti ini," urainya.

Sekadar informasi, IDF ditetapkan tersangka korupsi oleh kejaksaan, karena diduga kuat telah memperjualbelikan obat milik pasien Badan Perlindungan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di RSUD Soebandi sejak tahun 2016-2021 ketika menjadi staf bagian farmasi. 

Kerugian negara atas ulah tersangka wanita tersebut, mencapai Rp 355.149.798. Bahkan RSUD Soebandi tidak bisa melakukan klaim pasien BPJS Kesehatan.

Selain kasus di RSUD Soebandi, kini Kejari juga sedang menyelidikan alir Dana Alokasi Umum (DAU) untuk belanja alat kedokteran bedah di RSD Balung Jember, sebasar Rp 9 miliar.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved