Belajar dengan Metode Kumon, Afifah Disiplin Belajar hingga Jadi Juara Olimpiade Matematika

Kumon tentun sudah tidak asing lagi di telinga banyak orang. Pasalnya, lembaga kursus ini sudah memiliki 800 cabang di Indonesia.

Dok. Kumon
Metode Kumon membantu anak belajar mandiri. 

SURYA.co.idKumon tentun sudah tidak asing lagi di telinga banyak orang. Pasalnya, lembaga kursus ini sudah memiliki 800 cabang di Indonesia. Kiprahnya pun sudah cukup lama di Tanah Air. 

Sebagai informasi, Metode Kumon diciptakan oleh guru matematika asal Jepang, Toru Kumon. Namun, metode yang dibuat pada 1954 tersebut masih relevan hingga sekarang, Moms.

Kumon mengedepankan pembelajaran secara mandiri. Keunggulan metode belajar ini adalah anak tidak dikelompokkan ke dalam satu kelas seperti kursus-kursus pada umumnya. Anak mengerjakan soal latihan dalam lembar kerja yang disesuaikan dengan tingkat kemampuannya.

Materi ajar Kumon juga dibuat dengan sistematis. Guru pembimbing hanya menstimulasi minat belajar anak sehingga anak benar-benar didorong memiliki kegigihan dan rasa penasaran untuk menyelesaikan soal.

Manfaat dari Metode Kumon dirasakan oleh Afifah Fariha Rafasyahlia (9 tahun). Siswa yang duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar (SD) ini mengikuti program belajar Matematika dan English as a Foreign Language (EFL) di Kumon.

Siswa yang akrab disapa Afifah atau Lovely tersebut didaftarkan oleh ibunya untuk mengikuti kursus Kumon sejak ia berusia 4 tahun.

“Bunda mendaftarkan aku ke Kumon supaya terbiasa dengan ritme belajar yang teratur, walaupun belum bersekolah,” ujar Afifah menurut keterangan tertulis, Rabu (23/11/2022).

Afifah menceritakan bahwa ia sebenarnya tidak asing dengan Kumon. Pasalnya, kakak Afifah juga belajar di Kumon. Afifah sering kali melihat kakaknya mengerjakan lembar kerja yang menjadi media belajar di Kumon.

Meski demikian, Afifah mengatakan bahwa pada awalnya ia sempat mengalami beberapa kesulitan dalam mengerjakan soal di subjek Matematika. Ia sempat mengalami naik turun dalam minat belajar. Ada beberapa soal pada lembar kerja Kumon yang membuatnya merasa kesulitan.

“Aku pernah menangis saat mengerjakannya. Contohnya, Matematika Level B (materi setara kelas 2 SD), materi penjumlahan dan pengurangan ratusan sangat sulit. Di Level D, ada pembagian ribuan dan banyak pengulangan. Begitu juga di Matematika Level F pada materi 4, aku mengalami kesulitan,” kata Afifah.

Namun, latihan yang rutin dan bimbingan dari pembimbing Kumon membuat Afifah mampu menyelesaikan tantangan tersebut. Ia menjadi lebih gigih dan tidak cepat putus asa.

Setelah mengikuti kursus di Kumon, tidak hanya kemampuan akademis Afifah yang bertambah, tetapi juga life skill. Ia menjadi lebih positif dalam melakukan problem solving.

Di tengah kesibukannya, Afifah juga mengikuti kursus lain, seperti menggambar, biola, piano, dan mengaji. Afifah tetap menemukan ritme yang tepat untuk mempelajari mata pelajaran akademis dan pelajaran lain yang mendukung masa depannya dengan seimbang. Bahkan, ia menorehkan prestasi membanggakan, lho Moms.

Kumon Afifah
Manfaat dari Metode Kumon sangat berdampak siginifkan di hidup Afifah Fariha Rafasyahlia.

Afifah telah memenangkan medali perunggu di Guangdong Hong Kong Macao Greater Bay Area Mathematical Olympiad Heat 2020. Kemudian, medali perunggu di ajang yang sama pada 2021.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved