Berita Probolinggo
60 Model Peragakan Kain Batik dan Tenun di Pesona Keindahan Gunung Bromo
Kegiatan fashion show dengan tujuan mengapresiasi dan publikasi Wastra Jawa Timur ini membawa karya-karya busana fashion modern
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Fatkhul Alami
“Memang jadi tantangan fashion sejak pandemi. Para desainer international juga melakukan fashion di tempat-tempt yang tidak lazim, outdoor, gunung pasir, lembah dan kami coba itu dan membuktikan bahwa Indonesia, di sini Jawa Timur mampu dengan segala prosesnya,” katanya.
Sekertaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono menyampaikan, EJFH merupakan agenda yang luar biasa. Sebab dalam penyelenggaraannya, agenda ini memiliki misi untuk menduniakan batik dan tenun khas Jawa Timur.
Menurutnya, gelaran EJFH akan membuat Jatim lebih tersohor dalam dunia fashion sekaligus pariwisatanya.
Sehingga akan memberikan dampak positif bagi masyarakat baik di sisi ekonomi maupun industri fashionnya.
"Agenda ini merupakan agenda tahunan dan juga akan disesuaikan dengan agenda internasional. Jika momennya tepat, maka saya kira Jatim akan menjadi yang pertama untuk pagelaran fashion dengan ambience Gunung Bromo seperti ini," katanya.
Selain melestarikan budaya, gelaran ini juga tak mengesampingkan kebutuhan konservasi di wilayah TNBTS.
Para tamu undangan VIP yang hadir turut memberikan sumbangsih pada proses konservasi kawasan TNBTS. Adapun konservasi yang dilakukan adalah dengan menanam Pohon Cemara Gunung di kawasan Gunung Bathok serta Bunga Edelweis di sekitaran Kantor TNBTS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Gelaran-East-Java-Fashion-Harmony-EJFH-di-Gunung-Bromo.jpg)