Berita Madiun

Pria Asal Bangkalan Seludupkan Narkoba ke Lapas Remaja Madiun, Sabu dan Ineks Disimpan dalam Dubur

Seorang pria asal Bangkalan, Madura, mencoba menyelundupkan narkoba ke dalam Lapas Pemuda Madiun, barang haram tersebut disembunyikan dalam dubur.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Pria asal Bangkalan, Madura, berinisial T menunjukkan paket narkoba yang akan diselundupkan ke dalam Lapas Pemuda Madiun, Jumat (2/12/2022). 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Seorang pria berinisial T, asal Bangkalan, Madura, mencoba menyelundupkan narkotika ke dalam Lapas Pemuda Madiun pada Kamis (1/12/2022) kemarin. 

Upaya tersebut dilakukan T, dengan memanfaatkan layanan kunjungan tatap muka yang disediakan Lapas Pemuda Madiun.

Modusnya, barang haram tersebut disembunyikan dalam dubur.

Kalapas Pemuda Madiun, Ardian Nova Christiawan menerangkan, ada 4 paket narkoba yang dibawa tersangka. Rinciannya 3 paket sabu masing-masing seberat 8,82 gram, 9,90 gr dan 9,90 gr. 

"Satu paket lainnya berisi pil diduga jenis ineks sebanyak 10 butir," terang Ardian, Jumat (2/12/2022).

Ia menjelaskan, awalnya T hendak mengunjungi adik kandungnya yang merupakan warga binaan Lapas Pemuda Madiun berinisial S. 

"Kemudian seperti biasa sesuai SOP kami melakukan penggeledahan barang bawaan maupun badan," bebernya.

Pada saat dilakukan penggeledahan badan, lanjut dia, T menunjukkan gelagat mencurigakan. Pembesuk tersebut sempat memberikan perlawanan dan menolak diperiksa petugas. Sehingga, menimbulkan kecurigaan bagi petugas di lapangan.

"Dengan naluri petugas, akhirnya memeriksa bagian badan secara intensif dan mendapati hal yang aneh ketika memeriksa di bagian belakang-bawah," paparnya.

"Setelah didesak, akhirnya pelaku mengeluarkan sendiri narkoba dari duburnya. Paket narkoba itu nampak lonjong memanjang dan dibungkus dengan kondom," imbuh Ardian.

Pihaknya pun juga telah melakukan klarifikasi kepada S.

Saat ini, kata Ardian,S sudah ditempatkan ke straft cell hingga proses penyidikan selesai.

"Barang bukti kami serahkan sepenuhnya kepada kepolisian, karena kemarin ketika diminta keterangan pelaku, barang itu akan dikirim ke sebuah kota di Jawa Tengah," tutur Ardian.

"Jika ada yang diperlukan, kami siap bersinergi untuk menyelesaikan kasus ini," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved