Berita Pamekasan

Ketidaktertiban Pengendara di Pamekasan Sumbang Kemacetan, 4 Transisi Traffic Light Balik ke 2 Fase

Sebenarnya, lanjut Basri, pengaturan isyarat lampu lalu lintas di simpang Gaden masih di bawah standar empat fase

Penulis: Muchsin | Editor: Deddy Humana
surya/muchsin
Arus lalu lintas di Simpang Gaden Pamekasan kembali terurai lancar setelah pengaturan isyarat lampu lalu lintas di traffic light dikembalikan ke dua fase, Kamis (1/12/2022). 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN – Penerapan empat fase dan siklus waktu lampu pengatur lalu lintas (traffic light) di Simpang Gaden Pamekasan, ternyata hanya seumur jagung. Akibat dikeluhkan para pemakai jalan lantaran memicu kemacetan dan antrean kendaraan, kebijakan tersebut akhirnya dicabut dan transisi di traffic light dikembalikan ke dua fase.

Seperti diketahui, para pengendara lebih banyak memprotes sejak lalu lintas di persimpangan Gaden, diatur dengan pola empat fase lampu lalu lintas. Transisi traffic light itu berlaku dari arah Jalan Kabupaten ke Jalan Diponegoro, dan merupakan masa uji coba yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan.

Dan selama sepekan di traffic light persimpangan Gaden itu diberlakukan empat fase, bergantian hingga empat kali. Tujuannya lantaran arus kendaraan yang melintasi di lokasi itu bertambah padat, sehingga pengaturan dua fase dinilai sering terjadi penumpukan arus kendaraan bermotor di tengah persimpangan.

“Alhamdulillah sejak kemarin dan hari ini kami melewati jalan itu sudah lancar. Tak ada lagi antrean panjang puluhan kendaraan bermotor yang mengular ke belakang. Karena dikembalikan lagi ke dua fase. Beda dengan sebelumnya, kami cukup lama mengunggu lampu hijau menyala,” kata Amin, salah seorang sopir, Kamis (1/12/2022).

Pantauan di lapangan, pengaturan isyarat lampu menjadi dua fase itu terlihat ketika lampu hijau berganti lampu merah hanya menunggu sekitar 28 detik. Begitu juga, ketika lampu merah mati dan lampu hijau menyala waktunya juga 28 detik.

Sehingga bila terdapat delapan mobil antre hingga ke belakang, begitu lampu hijau menyala, maka semua mobil itu bisa langsung melaju. Dengan pengembalian dua fase ini, nyaris tidak ada antrean lagi. Jika pun ada, itu lantaran kendaraan yang baru datang dan tak mungkin nutut untuk melaju.

“Sekarang meski jam sibuk, seperti saat berangkat dan pulang sekolah, serta jam pulang kantor, tak terlihat lagi kemacetan di sini. Kami beharap, fase pengatur lampu isyarat lalu lintas ini tidak dirubah lagi,” kata Sri Astuti, warga Kelurahan Jungcangcang.

Astuti mengucapkan terima kasih kepada instansi yang menangani pengaturan isyarat lampu lalu lintas, yang sudah mengembalikan ke dua fase sehingga arus kendaraan lancar. Sehingga bila ia lewat di simpang Gaden, tidak khawatir terjebak macet akibat menunggu lampu hijau menyala.

Kadishub Pamekasan, Basri Yulianto kepada SURYA, mengatakan, setelah pihaknya menerapkan empat fase selama lebih dari sepekan, ternyata ada beberapa hambatan di lapangan, termasuk ketersediaan perlengkapan sarana dan prasarana.

“Penerapan empaf fase ini, karena kami merespon masukan dari masyarakat dan wakil rakyat. Sebelum diterapkan kami melakukan kajian terlebih dulu. Tetapi setelah uji di lapangan, kami masih menemukan sejumlah persoalan yang harus dibenahi, agar kemacetan dan antrean panjang kendaraan bermotor di lokasi bisa terurai,” kata Basri.

Menurut Basri, pihaknya menemukan hambatan samping yang menjadi penyebab kemacetan dan antrean panjang di Jalan Kabupaten. Di antaranya, walau sudah diatur lahan parkir berikut dipasang rambu larangan, namun masih banyak kendaraan yang berhenti dan parkir sembarangan.

Basri memaklumi, karena simpang Gaden bukan merupakan kompleks perumahan, melainkan linkungan komersial berupa kompleks pertokoan, membuat aktivitas lalu lintas meningkat. Termasuk kendaraan bermotor yang parkir, baik dari calon pembeli maupun pemilik toko yang menaikturunkan barang.

Hambatan lainnya, ketika kendaraan dari arah Jalan Kabupaten hendak belok kiri ke Jalan KH Amin Jakfar, terhalang dengan beberapa mobil penumpang umum (MPU) yang ngetem. Padahal sudah jelas di sana tidak boleh parkir. Semua ini kembali kepada tingkat kepatuhan pengguna jalan dalam menaati aturan lalu lintas.

Sebenarnya, lanjut Basri, pengaturan isyarat lampu lalu lintas di simpang Gaden masih di bawah standar empat fase. Maka ke depan, di setiap traffic light di Pamekasan terutama di simpang Gaden, akan dipasang perlengkapan jalan berupa marka jalan, kanalisasi dan rambu lalu lintas.

“Kami akui, selama uji coba empat fase itu terdapat antrean kendaraan bermotor dan kemacetan, namun pada jam tertentu saja. Tetapi masyarakat pengguna jalan, seakan menyimpulkan di lokasi itu terjadi kemacetan selama 24 jam,” kata Basri, yang masih belum memastikan kapan empat fase diterapkan lagi. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved