Berita Pamekasan

Kenang Dua Anaknya Sebelum Tenggelam, Dahri Ungkap Mimpi Aneh dan Suara Burung Gagak di Atas Rumah

yang membuat orangtuanya terhibur dan teduh, setiap hari di kala senggang, selalu ada suara Bilal bershalawat dengan dilagukan

Penulis: Muchsin | Editor: Deddy Humana
surya/muchsin
Foto kenangan Mohammad Bilal semasa masih hidup, nomor dua dari kiri, bersama Wali Kelas II, SDN Jungcangcang 8, Indah Novianti dan teman sekelasnya di hari guru, Jumat (25/11/2022) lalu. 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN – Meninggalnya kakak beradik Mohammad Bilal (8) dan Ahmad Maulana (5), akibat tenggelam di sungai, Selasa (29/11/2022) lalu, menyisakan duka mendalam bagi orangtuanya, Mohammad Dahri dan Faidatus Ismiati.

Kini warga Jalan Gazali, RT 01/RW 04, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Kota Pamekasan itu, hanya bisa mengenang dalam kesedihannya bagaimana masa-masa ceria bersama dua buah hatinya itu.

Dahri tidak bisa melupakan dan jiwanya tergoncang, lantaran selama ini kedua anaknya paling dekat dengan dirinya. Banyak hal lucu dan tingkah manja menggemaskan kedua anaknya semasa hidup, yang membuatnya sangat merana.

“Bila saya pulang dari bekerja dan kebetulan capek dan pegal, lalu saya minta kedua anak saya untuk memijat. Dan keduanya berebut untuk memijat. Walau pijitannya tidak terasa, namun karena diselingi canda tawa, pegal dan capek saya seketika hilang,” kisah Dahri, yang ditemui di rumahnya, Rabu (30/11/2022).

Bagi Dahri, walau ia termasuk warga kekurangan, namun keberadaan kedua anaknya membangkitkan semangatnya dalam mencari nafkah sebagai pekerja serabutan. Sementara istrinya menjadi pembantu atau asisten rumah tangga (ART), mencuci baju di beberapa rumah tetangganya.

Dahri mengaku bangga dan bersyukur memiliki kedua anak itu. Meski terkadang ada nakalnya sama seperti anak-anak lain sebayanya, keduanya patuh kepada orangtua. Bahkan selama ini hampir tidak pernah membuat dirinya marah kepada kedua anaknya.

Menurut Dahri, yang membuat orangtuanya terhibur dan teduh, karena setiap hari di kala senggang, selalu ada suara Bilal bershalawat dengan dilagukan. Beberapa tetangga yang mendengar suara Bilal saat shalawatan ikut tersenyum.

“Kalau Bilal shalawatan, hati ini merasa tenang. Selain suaranya enak dan lembut, nafasnya kuat. Ya, sesekali juga bernyanyi, sambil menabuh peralatan dapur, membuat saya dan istri tertawa. Tetapi sekarang setelah Bilal tiada, tidak ada lagi yang akan membaca shalawat di rumah ini,” kata Dahri dengan nada bergetar saat menceritakan kenangan indah bersama kedua anaknya.

Diceritakan, keakraban dan saling menyayangi antara kakak beradik Bilal dan Maulana kian nampak. sejak dua bulan lalu. Di mana Maulana tidur sekamar dengan Bilal karena mengaku kasihan kakaknya tidur sendirian.

“Memang, posisi rumah saya dekat dengan sungai, tetapi kedua anak itu tidak pernah bermain di pinggir sungai, apalagi mandi. Mungkin ini sudah takdir dari Allah,” kata Dahri, sembari menyeka pipinya yang basah oleh air mata.

Dahri mengungkapkan, sebulan sebelum kejadian, istrinya bermimpi melihat Maulana tenggelam dan tidak bisa menolong. Mimpi itu berturut-turut hingga tiga kali. Ketika mimpi itu diceritakan, Dahri mengganggapnya bunga tidur. Ia meminta istrinya tenang dan tidak perlu khawatir, karena kedua anaknya dalam keadaan sehat.

Namun beberapa waku lalu, di tengah malam di atas rumahnya terdengar suara burung gagak. Apa yang didengarnya itu diceritakan kepada istrinya dan mengatakan, bila ada suara burung gagak, kata orang, sebagai pertanda akan ada keluarga dekat atau tetangga yang meninggal. Namun semua itu tidak dihiraukan.

Perasaan duka dan kehilangan, juga terungkap dari pengakuan Kepala SDN Jungcangcang 8 Pamekasan, Mohammad Amin dan wali kelas 2, Indah Novianti. Amin dan Indah merasa kehilangan dan hampir tidak percaya Bilal tengggelam bersama adiknya.

“Sebagai bentuk bela sungkawa kami terhadap Bilal, selama seminggu ke depan kami menggelar tahlil bersama, pagi hari sebelum bel sekolah masuk,” kata Amin.

Dijelaskan, setiap hari Bilal pergi ke sekolah berjalan kaki hampir 1 KM dari rumahnya. Namun, Bilal datang ke sekolah paling awal. Waktu masuk sekolah pukul 07.00 WIB, maka sekitar pukul 06.15 WIB, Bilal sudah tiba sekolah. Sambil menunggu waktu jam pelajaran, Bilal memanfaatkan waktu membaca shalawat dan bernyanyi.

Dan di kalangan teman-temannya, Bilal dikenal periang, suka bergaul. Sehingga temannya banyak menyukainya. Seperti saat guru menyuruh siswa membersihkan kamar mandi, Bilal yang minta untuk membersihkan.

“Guru-guru di sini menilai Bilal memiliki bakat menyanyi. Ini terlihat ketika Bilal sering shalawatan dan bernyanyi. Suaranya enak dan merdu,” kenang Indah. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved