Otomotif

Peringati Hari Pahlawan, Biker Kawakan Lilik Gunawan dan Hakam Mabruri Turing dari Aceh ke Larantuka

dua biker kawakan Lilik Gunawan dan Hakam Mabruri merayakan Hari Pahlawan dengan turing sepeda motor dari Aceh ke Larantuka

Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: irwan sy
wiwit purwanto/surya.co.id
Biker kawakan Lilik Gunawan asal Jambi dan Hakam Mabruri asal Malang yang merayakan Hari Pahlawan dengan turing sepeda motor dari Aceh ke Larantuka selama 10 hari nonstop. Meski dengan susah payah dan penuh perjuangan mereka menuntaskan perjalanan ini pada hari ke 10, tepatnya 10 hari 22 jam 10 menit. 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA – Beragam cara untuk memperingati dan menyemarakkan Hari Pahlawan yang jauh setiap tanggal 10 November.

Seperti dua biker kawakan Lilik Gunawan asal Jambi dan Hakam Mabruri asal Malang yang merayakan Hari Pahlawan dengan turing sepeda motor dari Aceh ke Larantuka 'Ionic Energy Patriotik Journey Lilik & Hakam 2022' selama 10 hari nonstop.

Kedua biker ini Jumat (25/11/2022) sedang berada di Surabaya.

Mereka baru saja tiba dari Larantuka NTT.

“Baru tadi siang sampai,” kata Lilik.

Perjalanan ini mereka awali dari depan Gerbang Masjid Baiturrahman Banda Aceh.

“Malam tanggal 10 November 2022 selepas Jamaah sholat Isya jam 22.00 WIB di depan Gerbang Masjid Baiturrahman Banda Aceh, Saya Lilik Jambi dan Hakam Malang di lepas oleh sejumlah bikers Banda Aceh,” jelas Lilik.

Perjalanan tanpa kenal waktu siang dan malam mereka lakukan guna mengejar waktu 10 hari.

“Push the limit, kata Mas Hakam,” tukas Lilik.

Di patriotik journey ini Lilik dan Hakam menuntaskan misi 10 hari melintasi 5 pulau, 14 Provinsi sejauh 5000 Km menuju Gereja Katedral Larantuka di ujung Pulau Flores.

“Perjalanan ini dari Serambi Mekah menuju Serambi Roma,” jelasnya.

Serambi Mekah yang di maksud adalah Banda Aceh, sementara Serambi Roma adalah tempat finish di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka Flores timur di ujung Timur Pulau Flores.

Banyak cerita dari perjalanan panjang ini, dari cuaca ekstrem, ketinggalan kapal hingga naik perahu ikan, untuk mengejar target waktu 10 hari.

“Karena kalau sampai lewat 10 hari artinya misi gagal,” kata Hakam.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved