Berita Lumajang

Hampir Setahun, Bantuan Relokasi Rumah Penyintas Semeru di Lumajang Masih Diserahkan Bertahap

BPBD Lumajang belum lama ini menyerahkan bantuan rumah tahap VI kepada penyitas Semeru. Akan tetapi, lagi-lagi tidak semua penyintas mendapatkannya.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Pendataan penerima hunian relokasi erupsi Semeru di Lumajang 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Sepuluh hari lagi erupsi Gunung Semeru genap melewati usia satu tahun. Pemerintah saat ini mengebut recovery bencana.

Salah satunya menyediakan rumah relokasi di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, yang diperuntukan bagi 1.981 kepala keluarga (KK) kalangan penyintas.

BPBD Lumajang belum lama ini menyerahkan bantuan rumah tahap VI. Akan tetapi, lagi-lagi tidak semua penyintas mendapatkannya.

Padahal, sebelumnya, pemerintah menargetkan recovery bencana tuntas dalam waktu satu tahun.

Catatan BPBD Lumajang terbaru, saat ini kompleks hunian relokasi yang dinamai Bumi Semeru Damai (BSD) telah dihuni 1.051 KK.

Sedangkan yang belum menerima ada 930 penyintas.

Mengingat waktu sudah mepet, ada ancaman target pemerintah terancam molor.

Secara garis besar, proyek relokasi ini terancam molor karena sebelumnya ada beberapa kendala. Mulai dari site plan dan anggaran huntap yang sempat berubah-ubah.

Kemudian, ada beberapa NGO tidak meneruskan pembangunan hunian sementara (huntara) yang dibangun bersebelahan dengan hunian tetap (huntap).

Sekretaris Daerah Pemkab Lumajang, Agus Triyono mengungkapkan, masih ada 239 unit huntara dalam proses pengerjaan. Baik pengerjaan dari NGO maupun Baznas Lumajang. Artinya, huntara yang sudah siap huni baru 1.712 unit.

"Saat ini kami berupaya menyelesaikannya. Termasuk fasilitas umum dan sosial sebagai penunjang kehidupan para penyintas. Karena sebelum 4 Desember nanti, harapannya warga sudah menempati hunian,” jelas Agus.

Sementara itu, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Patria Dwi Hastiadi mengatakan memang pemberian rumah baru bagi penyintas Semeru saat ini dilakukan secara bertahap.

Sebab, beberapa rumah belum terfasilitasi IPAL komunal. Sehingga, sebelum pihaknya harus memastikan sanitasi tersebut tersedia sebelum akhirnya diserahkan kepada penyintas.

"Mudah-mudahan bulan Desember semua kunci sudah bisa diserahkan. Dan mudah-mudahan IPAL komunalnya sudah siap. Sehingga kami tinggal menyerahkan kunci rumah ke semua penyintas," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved