Berita Madiun

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, 167 KPM Kota Madiun Terima BLT DBHCHT Rp 3,6 Juta

Dinsos P3A Kota Madiun menyalurkan Batuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada 167 Keluarga Penerima Manfaat

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sofyan Arif Candra Sakti
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kantor Dinsos P3A Kota Madiun, Jalan Salak, Kota Madiun, Jumat (18/11/2022). 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Madiun menyalurkan Batuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada 167 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Jumat (18/11/2022).

Penyaluran BLT tersebut dilakukan di dua lokasi yaitu di Kantor Dinsos P3A Kota Madiun di Jalan Salak Kota Madiun, dan di PT Digdaya Mulia Abadi (DMA), Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.

Program tersebut bergulir sejak bulan Januari hingga Desember 2022 nanti, dengan besaran BLT DBHCHT yang disalurkan adalah Rp 300 ribu per bulan untuk setiap KPM.

Kepala Bidang Sosial Penanganan Bencana dan Pengelolaan Taman Makam Pahlawan Dinas Sosial Kota Madiun, Rita Susanti mengatakan, bantuan tersebut disalurkan setiap 3 bulan sekali sehingga setiap KPM langsung mendapatkan Rp 900 ribu.

Jika dihitung, setiap KPM menerima total BLT DBHCHT sebesar Rp 3,6 juta dalam satu tahun.

"Dana DBHCHT ini disalurkan untuk karyawan pabrik rokok yang ber-KTP Kota Madiun, lalu buruh tani dan masyarakat lain yang tidak terlibat langsung pada proses produksi," kata Rita, Jumat (18/11/2022).

Dari pendataan, terdapat 3 pabrik rokok yang menjadi tempat warga Kota Madiun mencari nafkah. 2 pabrik rokok berada di Kota Madiun, sedangkan 1 pabrik rokok berada di Kabupaten Madiun yaitu PT DMA.

"Kami bekerja sama dengan pabrik rokok, siapa saja warga Kota Madiun yang bekerja di sana, maka akan mendapatkan BLT DBHCHT ini meskipun lokasi pabriknya berada di luar Kota Madiun," lanjutnya.

Peruntukan dari program tersebut, tentu saja untuk meningkatkan kesejahteraan dan sosial ekonomi para KPM.

Sementara itu, seorang KPM, Esdiarti (61) mengaku sangat terbantu dengan adanya BLT DBHCHT tersebut, apalagi kebutuhan hidup sehari-hari naik seiring naiknya harga BBM bersubsidi.

"Senang sekali sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Nanti bisa digunakan untuk beli sembako," kata Esdiarti.

Karyawan Pabrik Rokok Tebu tersebut berharap, program BLT DBHCHT bisa digulirkan setiap tahunnya sehingga kesejahteraan karyawan pabrik rokok bisa lebih terjamin.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved