Berita Surabaya

Ada Fenomena La Nina, BMKG Imbau Masyarakat Surabaya Waspada Banjir Rob dan Kenaikan Curah Hujan

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai fenomena La Nina yang akan berdampak pada cuaca ekstrim di wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
Istimewa/BMKG Kelas II Maritim Tanjung Perak Surabaya
Ilustrasi Jalan Kalimas Baru Surabaya yang terdampak banjir rob. BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai fenomena La Nina yang akan berdampak pada cuaca ekstrim di Jawa Timur. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai fenomena La Nina yang akan berdampak pada cuaca di Jawa Timur.

Diperkirakan, hal tersebut akan menyebabkan sejumlah fenomena cuaca ekstrim di beberapa wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya

Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Arrizal R Fatoni menjelaskan, fenomena La Nina sedang diprediksi akan berlangsung hingga Maret 2023. La Nina nenggiatkan pertumbuhan awan-awan hujan dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.

"Imbasnya ada peningkatan curah hujan," kata Arrizal dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (18/11/2022). 

Selain peningkatan curah hujan, fenomena ini juga menyebabkan musim hujan  turun lebih awal. Dari yang awalnya berlangsung November, tahun ini hujan mulai turun di Oktober. 

Bahkan, beberapa daerah juga diiringi dengan angin kencang.

"Saat ini pun hujannya cukup deras," ujarnya. 

Selain fenomena La Nina, November 2022 hingga Maret 2023 yang juga bersamaan dengan musim penghujan membuat curah hujan semakin tinggi. Hujan bukan hanya terjadi di daratan, namun juga laut. 

Untuk wilayah lautnya, misalnya Laut Jawa bagian timur, Selat Madura hingga kawasan sekitar Kangean masih kondusif untuk sepekan ke depan. Berbeda halnya untuk selatan Jatim, tinggi gelombang bisa mencapai 3-4 meter. 

Sedangkan untuk cuaca, perairan baik di utara maupun selatan Jatim masih didominasi dengan hujan sedang hingga lebat.

"Kondisi laut, untuk gelombang dan angin masih kondusif. Namun, harus mewaspadai kondisi awan hitam yang luas. Sebab, bisa berpotensi menimbulkan angin kencang disertai petir atau awan kumulonimbus," ungkap Arrizal. 

Pun demikian di wilayah daratan, masih ada hujan lebat untuk wilayah Jatim hingga sepekan ke depan. Meski hujan tak berlangsung secara terus menerus, namun hujan bisa berlangsung dengan intensitas deras. 

Masyarakat, diminta untuk mewaspadai sejumlah bencana hidrometeorologi. Terutama, di wilayah pesisir. 

"Untuk daerah yang biasanya terkena banjir rob atau genangan, harap waspada, karena berpotensi bisa terjadi kejadian serupa. Termasuk di Surabaya," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved