Berita Pamekasan

Masih Shock Atas Mutasi Sekda Pamekasan, Kalangan DPRD Sebut Keputusan Bupati Kurang Etis

Ditegaskan Ali Masykur, kalau jabatan sekda dibiarkan kosong maka ibarat roda pemerintahan vakum padahal seharusnya tidak boleh libur.

Penulis: Muchsin | Editor: Deddy Humana
surya/muchsin
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, memberikan ucapan selamat dengan berjabat tangan kepada Totok Hartono. 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN – Keputusan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam memutasi Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekaan, Totok Hartono, Selasa (14/11/2022) lalu, ternyata masih menggulirkan konflik. Bahkan kalangan DPRD Pamekasan terkesan masih shock atas pemindahan Totok menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pamekasan, sedangkan posisi sekda dibiarkan kosong.

Dewan pun menyoroti penggantian sekda di akhir jabatan itu kurang elok dan tidak etis. “Kami sangat menyayangkan penggantian sekda saat ini. Karena setelah (Totok) dimutasi, jabatan sekda dibiarkan kosong tanpa ada pelantikan Plt sebagai pengganti sementara,” ujar Ali Masykur, Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Rabu (16/11/2022).

Ditegaskan Ali Masykur, kalau jabatan sekda dibiarkan kosong maka ibarat roda pemerintahan vakum padahal seharusnya tidak boleh libur. Karena keberadaan sekda di pemerintahan memiliki peranan penting, berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPP) itu mengaku tidak mengerti dengan kebijakan bupati memutasi sekda, yang tidak dibarengi dengan pelantikan penggantinya. “Kemarin sore setelah mendengar mutasi itu, saya langsung menghubungi Pak Totok, menanyakan siapa Plt sekda. Tetapi Pak Totok menjawab tidak tahu, karena hal ini wewenang bupati,” tuturnya.

Diungkapkan, rumor penggantian sekda sudah ia dengar sejak tiga bulan lalu. Termasuk di internal dewan, informasi ini juga sudah menyebar. Bahkan usai Sidang Paripurna Hari Jadi Pamekasan yang dihadiri forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) beberapa waktu lalu, rumor penggantian sekda menjadi pembicaraan.

Mengenai alasan memutasi Totok, informasinya karena di masa kepemimpinannya bupati ingin memberi harapan besar dengan mencarikan jabatan strategis dan istimewa. Tetapi Ali Masykur menyatakan, itu bisa jadi versi bupati. “Apakah setelah ini Pak Totok akan mendapatkan posisi strategis. Belum pasti kan,” ujar Ali Masykur.

Alasan lainnya, sebelum Totok dilantik sebagai sekda pada 2019, di hadapan sejumlah pimpinan organisasi daerah (OPD), bupati menyampaikan bahwa Totok akan dilantik sampai 2022. Lagi-lagi Ali Maskur menilai, alasan itu tidak bisa dijadikan patokan, karena kesepakatan dibuat tidak tertulis hitam di atas putih, melainkan hanya secara lisan. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved