Minggu, 3 Mei 2026

Berita Kediri

Bacakan Sumpah NKRI di Rumah Bung Karno, Masyarakat Diingatkan Maraknya Framing dan Fitnah

“Jadi Ketuhanan Yang Maha Esa ini harus kita pegang teguh. Ketuhanan Yang Maha Esa jangan keuangan yang maha kuasa,” tegasnya.

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya.co.id/didik mashudi
Sumpah Setia NKRI mewarnai peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94 di rumah masa kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jumat (28/10/2022). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Puluhan pemuda dan tokoh lintas agama menggelar upacara dan pembacaan ikrar Sumpah Setia NKRI pada hari Sumpah Pemuda ke-94 di rumah masa kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jumat (28/10/2022).

Isi dari Sumpah Setia NKRI adalah satu janji setia kepada NKRI, dua berjanji menjaga pemilu damai 2024 jauh dari saling benci. Ketiga berjanji tidak akan menerima atau terlibat money politics demi kebaikan bangsa dan negara.

Pembacaan Sumpah Setia NKRI dibacakan oleh Juwaini, seorang pemuda di penghujung upacara. Sebelumnya Lukito Sudiarjo yang menjadi komandan upacara menawarkan ikrak itu dan disetujui oleh peserta upacara. “Sumpah Setia NKRI perlu dilakukan mengingat tahun 2023 -2024 bisa dikatakan tahun politik yang rawan konflik," kata Lukito.

"Sekarang tahun fitnah, tahun framing, tahun hoaks, tahun disinformasi, tahun pembunuhan kharakter, tahun perpecahan atas kelompok satu dengan kelompok lain, tahun agama menjadi senjata penghakiman, tahun saling hina atas perbedaan suku dan ras serta perbedaan status ekonomi,” ungkapnya.

Dengan melakukan Sumpah Setia NKRI, diharapkan ancaman yang terjadi pada tahun politik benar-benar diantisipasi. "Istilahnya harus sedia payung sebelum hujan," jelasnya.

Juwaini yang membacakan Ikrar Sumpah Setia NKRI menyampaikan, penangkal yang hebat menghadapi tahun politik itu bukan dari luar, bukan berupa aturan, bukan penjagaan yang super ketat. "Penangkal yang hebat adalah spirit Sumpah Pemuda. Kesadaran saudara satu bangsa, satu tanah air dan satu NKRI. Ini obat mujarab antisipasi tahun politik 2023 – 2024 yang rawan ini,” tegasnya.

Sementara Kushartono yang menjadi inspektur upacara mengatakan, generasi muda wajib setia pada bangsa dan NKRI. Menghargai perbedaan, tidak saling membenci adalah pengamalan dari Bhinneka Tunggal Ika. Sementara stop politik uang adalah bagian pengamalan dari Pancasila.

“Jadi Ketuhanan Yang Maha Esa ini harus kita pegang teguh. Ketuhanan Yang Maha Esa jangan keuangan yang maha kuasa,” tegasnya.

Kushartono menyakini, dengan stop politik uang pasti akan menggembirakan para calon-calon pemimpin ataupun calon wakil rakyat. Karena calon pemimpin dan anggota dewan tidak perlu keluar modal atau duit banyak.

Dengan tidak keluar biaya banyak pasti mereka cenderung amanah sebab tidak ada pikiran harus balik modal. "Jadi kalau masih terjadi politik uang ini salah kita bareng-bareng, yang memilih keliru yang minta dipilih juga salah. Mari kita bertaubat kita berusaha akhiri kebiasaan politik uang ini,” ujarnya.

Upacara dan tasyakuran Hari Sumpah Pemuda dihadiri beragam komunitas dan organisasi, tua, muda, anak-anak hingga dewasa mengikuti tasyakuran dan upacara dengan hikmat. Rangkaian acara Hari Sumpah Pemuda ada pegelaran tari, santunan anak yatim, pengibaran bendera sang merah putih, selamatan, sarasehan kebangsaan digelar bersama-sama. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved