Sabtu, 25 April 2026

Kasus Ferdy Sambo

BEDA EKSPRESI Ferdy Sambo dan Bharada E di Depan Publik, Pakar Forensik Emosi Sebut Bagian Strategi

Beda ekspresi Ferdy Sambo dan Bharada E saat pelimpahan berkas ke Kejaksaan Agung diungkap pakar forensik emosi, Handoko Gani. 

Editor: Musahadah
kolase Kompas TV
Ekspresi Ferdy Sambo dan Bharada E dianalisi pakar forensik emosi, Handoko Gani. 

SURYA.CO.ID - Perbedaan ekspresi Ferdy Sambo dan Bharada E saat pelimpahan berkas ke Kejaksaan Agung diungkap pakar forensik emosi, Handoko Gani. 

Handoko Gani menganalisis emosi Ferdy Sambo dan Bharada E saat keduanya ditunjukkan ke media di depan gedung Kejaksaan Agung, Rabu (5/10/2022). 

Menurut Handoko, emosi Ferdy Sambo jauh berbeda dengan kali pertama dia diperiksa di Bareskrim Mabes Polri beberapa waktu lalu.  

Waktu itu, tersangka dalang pembunuhan Brigadir J alias Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat itu masih sangat tegang. 

"Sekarang ini berbeda. Jauh lebih tenang, sudah bisa melihat ke depannya seperti apa. Lebih yakin dengan apa yang dilakukan dengan susunan pengacara dan pengembangan kasus," tutur Handoko dikutip dari tayangan Kompas TV, Rabu (5/10/2022). 

Baca juga: 4 Fakta Pelimpahan Perkara Ferdy Sambo, Brimob Halangi Wartawan Ambil Foto & Kejagung Ingkar Janji?

Terkait Ferdy Sambo yang memohon maaf kepafa pihak-pihak yang terdampak atas perbuatannya, termasuk bapak dan ibu Brigadir J, Handoko melihat hal itu sudah direncanakan. 

"Apa yang disampaikan masih selaras dengan pertama kali. Beliau masih menggunakan kebenarannya," katanya. 

Apakah permohonan maaf itu tulus? 

Handoko tidak bisa memastikan. 

"Yang pasti dalam koridor yang benar. Sudah direncanakan minta maaf. Termasuk melakukan penyesalan," katanya. 

Menurut Handoko, Ferdy Sambo kini jauh lebih bisa menerima kenyataan apa yang sedang dan akan dialaminya ke depan. 

Ketika dia menyatakan penyesalan atas tindakannya, menurut Handoko, itu adalah bagian dari strategi. 

Apakah Sambo ingin menunjukkan powernya?

Menurut Handoko, itu bukan soal power, tapi apa yang disampaikan itu garis-garis besar yang akan dilakukan di persidanan.

"Dia menyatakan tindakannya sebagai cinta kasih terhadap sang istri. Istri dilecehkan, hanya korban. Dan saya (Samvbo) yang salah. Kalau menghukum, hukumlah saya. Itu akan akan ditunjukkan," tukas Handoko. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved