Tragedi Arema vs Persebaya Surabaya
UPDATE Korban Tragedi Arema vs Persebaya: 30 Aremania Masih di RSSA, Ada Pembaruan 6 Data Suporter
Berikut update korban Tragedi Arema vs Persebaya, berdasarkan data dari Posko Postmorterm Crisis Center.
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Berikut update korban Tragedi Arema vs Persebaya, berdasarkan data dari Posko Postmorterm Crisis Center.
Ini merupakan data yang dirilis oleh Posko Postmerterm Crisis Center pada, Selasa (4/10/2022) pukul 10.00 WIB.
Guna update informasi paling baru mengenai jumlah korban Tragedi Arema vs Persebaya, dapat diikuti di Surya.co.id
Baca juga: Doa Bonek untuk Korban Tragedi Arema vs Persebaya: Stay Strong Dulur Malang
Data yang dirilis oleh Posko Postmerterm Crisis Center, merupakan hasil pengumpulan dari tujuh rumah sakit yang dituju untuk menangani para korban Tragedi Arema FC vs Persebaya Surabaya, di antaranya:
- Biddokkes Polda Jatim
- RSSA Saiful Anwar
- Dinkes Kabupaten Malang
- Polres Malang
- Crisis Center Kota Malang
- LPBI NU Kab Malang
- Relawan Milenial Utas
Daftar nama korban Tragedi Arema FC vs Persebaya bisa dilihat secara lengkap di sini
Dalam data tersebut, juga diberikan kabar terbaru mengenai klarifikasi mengenai korban yang sempat dinyatakan meninggal dunia. Berikut rinciannya.
- Korban a.n HALKIN AL MIZAN asal Kecamatan Sumberpucung, Kab Malang sebelumnya
terdata MD namun setelah dilakukan verifikasi, korban dinyatakan dalam perawatan medis. - Korban a.n. DEVITO ANDREAS, 17, Kecamatan Kepanjen asal RS WAVA HUSADA sebelumnya
terdata MD namun setelah diverifikasi korban dalam perawatan medis - Korban a.n. ARISKA FISTA LEONA, 17, Pujon asal RS WAVA HUSADA sebelumnya terdata MD
namun setelah diverifikasi korban dalam perawatan medis - Korban a.n. RULI JAMES DEWARJO, 29, Dampit asal RS WAVA HUSADA sebelumnya terdata
MD namun setelah diverifikasi korban dalam perawatan medis - Korban a.n. M. NAILUR AUTHOR ALIAS MUHAMMAD NAILUR TERDAPAT double data dan
sudah direvisi - Tambahan data dari relawan a.n. MUHAMMAD HAIKAL MAULANA ASAL Tulungagung status
langsung dibawa pulang keluarga dari TEJA HUSADA
Sekadar info, data berikut bisa sewaktu-waktu berubah. Bagi Anda yang sedang mencari info mengenai keluarga, kerabat, maupun rekan yang menjadi korban tragedi Arema FC vs Persebaya, bisa menghubungi call center Posko Crisis Center Kabupaten Malang 0858-6161-6109.
Baca juga: PENYESALAN Javier Roca Arema FC Kalah Lawan Persebaya Surabaya hingga Syok Lihat 4 Aremania Tewas
Korban Tewas Tragedi Arema vs Persebaya Sebanyak 131 Orang
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Wiyanto Wijoyo membenarkan saat ini jumlah korban tewas Tragedi Stadion Kanjuruhan berjumlah 131 orang.
Jumlah tersebut didapat atas hasil verifikasi yang dilakukan Dinkes Kabupaten Malang.
"Benar. Berdasarkan verifikasi kami saat ini berjumlah 131 orang korban tewas. Jumlah tersebut kami pastikan juga mengacu jenazah yang sudah dibawa pulang oleh keluarga," ujar Wiyanto ketika dikonfirmasi.
Wiyanto menambahkan, pihaknya terus melakukan sinkronisasi data dengan seluruh rumah sakit di Malang Raya yang menangani jenazah Tragedi Stadion Kanjuruhan.
"Jenazah termuda adalah atas nama Virdi Prayoga berusia 3 tahun asal Blimbing Kota Malang. Seluruh jenazah dalam data tersebut sudah teridentifikasi.
Di sisi lain, Wiyanto menjelaskan dugaan penyebab utama korban tewas di Stadion Kanjuruhan karena kehabisan oksigen.
Peristiwa berdesakan keluar tribun Stadion ditambah adanya gas air mata turut membuat korban kesulitan mendapatkan oksigen.
"Diduga karena kehabisan oksigen susah bernafas. Namun terkait segala hal tentang penyebab kematian korban kami sepenuhnya serahkan kepada Kepolisian untuk melakukan penyelidikan," tutupnya.
30 Aremania Masih Dirawat di RSSA
Sebanyak 30 Aremania yang menjadi korban Tragedi Stadion Kanjuruhan yang terjadi usai pertandingan Arema FC VS Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) lalu, saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Plt Direktur RSSA, dr Kohar Hari Santoso mengatakan, mereka dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) dan High Care Unit.
"Kenapa dirawat inapkan, karena untuk memberikan pengobatan dan juga observasi. Khawatirnya, ada kondisi perburukan dan lain sebagainya, dan itu perlu ditangani lebih jauh," ujarnya, Selasa (4/10/2022).
Dirinya menjelaskan, pasien yang sedang menjalani rawat inap tersebut dalam kondisi sedang hingga berat.
Seperti mengalami kesadaran yang menurun, patah tulang, dan sesak nafas.
Dengan perincian, untuk pasien dengan kondisi berat berada di ruang ICU sebanyak 7 orang.
Sedangkan, untuk pasien dengan kondisi ringan maupun sedang sejumlah 23 orang.
"Untuk kondisi yang berat, di ICU sampai pasang alat bantu nafas," tambahnya.
Dirinya menerangkan, total ada 56 Aremania dari korban Tragedi Stadion Kanjuruhan dirawat di RSSA. Namun, sebanyak 26 pasien sudah pulang.
"Totalnya yang sudah dihandle oleh IGD sebanyak 56 orang. Sebanyak 26 pasien bisa KRS (Keluar Rumah Sakit), sedangkan sisanya yaitu 30 pasien masih menjalani rawat inap," bebernya.
Dirinya juga menambahkan, untuk 21 jenazah korban Tragedi Stadion Kanjuruhan, telah diidentifikasi dan diketahui penyebab kematiannya.
Namun, dia belum bisa memastikan penyebab korban meninggal dan dirawat apakah karena efek gas air mata. Menurutnya, hal itu perlu analisa lebih lanjut.
"Sebanyak 21 yang meninggal itu (dibawa ke RSSA) karena benturan kepala, dada sesak dan beberapa patah tulang. Di semua bagian bisa terjadi, karena desak-desakan," pungkasnya.
Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id