Tragedi Arema vs Persebaya

30 Aremania Korban Tragedi Arema vs Persebaya Masih Dirawat di RSSA, Ini Update Kondisinya

Pasien yang sedang menjalani rawat inap di RSSA Kota Malang tersebut dalam kondisi sedang hingga berat.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/sugiharto
Keluarga dan kerabat menunggu kepastian identitas korban Tragedi Arema vs Persebaya di RRSA Kota Malang, Minggu (2/10/2022). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Sebanyak 30 Aremania yang menjadi korban Tragedi Stadion Kanjuruhan yang terjadi usai pertandingan Arema FC VS Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) lalu, saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Plt Direktur RSSA, dr Kohar Hari Santoso mengatakan, mereka dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) dan High Care Unit.

"Kenapa dirawat inapkan, karena untuk memberikan pengobatan dan juga observasi. Khawatirnya, ada kondisi perburukan dan lain sebagainya, dan itu perlu ditangani lebih jauh," ujarnya, Selasa (4/10/2022).

Dirinya menjelaskan, pasien yang sedang menjalani rawat inap tersebut dalam kondisi sedang hingga berat.

Seperti mengalami kesadaran yang menurun, patah tulang, dan sesak nafas.

Baca juga: Cerita Kiper Arema FC Adilson Maringa pada Kekasihnya Sebelum Tragedi Arema vs Persebaya

Dengan perincian, untuk pasien dengan kondisi berat berada di ruang ICU sebanyak 7 orang.

Sedangkan, untuk pasien dengan kondisi ringan maupun sedang sejumlah 23 orang.

"Untuk kondisi yang berat, di ICU sampai pasang alat bantu nafas," tambahnya.

Dirinya menerangkan, total ada 56 Aremania dari korban Tragedi Stadion Kanjuruhan dirawat di RSSA. Namun, sebanyak 26 pasien sudah pulang.

"Totalnya yang sudah dihandle oleh IGD sebanyak 56 orang. Sebanyak 26 pasien bisa KRS (Keluar Rumah Sakit), sedangkan sisanya yaitu 30 pasien masih menjalani rawat inap," bebernya.

Baca juga: Tragedi Arema vs Persebaya, Kompolnas Sebut Kapolres Malang Tak Perintahkan Tembak Gas Air Mata

Dirinya juga menambahkan, untuk 21 jenazah korban Tragedi Stadion Kanjuruhan, telah diidentifikasi dan diketahui penyebab kematiannya.

Namun, dia belum bisa memastikan penyebab korban meninggal dan dirawat apakah karena efek gas air mata. Menurutnya, hal itu perlu analisa lebih lanjut.

"Sebanyak 21 yang meninggal itu (dibawa ke RSSA) karena benturan kepala, dada sesak dan beberapa patah tulang. Di semua bagian bisa terjadi, karena desak-desakan," pungkasnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved