Berita Surabaya

Perluas Pasar, Usaha Kain Songket PaSH Manfaatkan Tokopedia

Tokopedia telah menjadi rumah bagi sekitar 12 juta penjual, di mana hampir 100 persen-nya adalah UMKM.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
Tokopedia
Usaha kain songket berhasil berkembang pasarnya setelah dipasarkan melalui Tokopedia. 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Tokopedia telah menjadi rumah bagi sekitar 12 juta penjual, di mana hampir 100 persen-nya adalah UMKM.

Karena hal itu, Tokopedia terus menggencarkan inisiatif Hyperlocal untuk memberikan peluang UMKM lokal menjadi raja di tanah air.

Salah satunya, UMKM asal Palembang, Songket PaSH. Usaha yang didirikan Kiagus Muhammad Aditia sejak 2011 terus berkembang sejak memanfaatkan platform teknologi seperti Tokopedia.

Tinggal di kota penghasil industri songket, Tangga Buntung, Aditia merasa songket Palembang sebagai warisan budaya yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan.

"Songket itu sangat terbatas pelanggannya karena harga yang relatif mahal. Karena itu, saya mulai membuat beragam inovasi produk songket dengan harga yang lebih bervariasi dan bahkan bisa jadi pilihan oleh-oleh,” kata Aditia, dalam rilis yang dikirimkan Tokopedia, Minggu (2/10/2022).

Ia membuat ratusan produk berbahan songket, mulai dari tas, clutch, gantungan kunci, pouch hingga ID card holder.

Aditia pun kerap memanfaatkan bahan baku dari lingkungan sekitar, contohnya kayu waru.

“Tidak banyak yang menggunakan kayu ini, karena tidak terlalu kuat untuk bahan pembuatan rumah dan sering menjadi limbah. Untuk itu, saya coba untuk mulai mengolah kayu ini menjadi beragam produk fesyen yang bisa dipadukan dengan songket,” jelasnya.

Kunci utama untuk sukses berusaha menurut Aditia adalah dengan harus mau terus belajar dan berinovasi.

“Tidak ada hasil yang instan dalam berusaha. Setiap penjual harus terus belajar kebutuhan pasar demi mempertahankan usaha,” ungkapnya.

Aditia pun mengaku mengombinasikan beragam fitur di Tokopedia demi mencapai hasil yang maksimal.

“Contohnya saya menggunakan Flash Sale yang didukung dengan Broadcast Chat. Hal ini cukup membantu untuk mendatangkan lebih banyak pelanggan bahkan mendorong kenaikan penjualan kami hingga 3x lipat,” beber Aditia yang juga rutin menggunakan fitur Diskon Toko, Voucher Toko, Paket Bundling, dan TopAds.

Di sisi lain, Aditia juga aktif mengikuti berbagai kampanye di Tokopedia mulai dari Kumpulan Toko Pilihan (KTP) Palembang, Kejar Diskon, Cantik Fest, WIB, Local Initiative Palembang, dan September Cerita.

“Sejak berjualan di Tokopedia, kini usaha saya bisa meraih omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulan,” tambah Aditia.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Regional) Tokopedia, Rizky Juanita Azuz mengatakan, data internal Tokopedia menyebutkan bahwa pada semester pertama 2022 jumlah penjual yang mengikuti kampanye WIB naik hampir 3x lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Selain itu, Tokopedia juga mencatat bahwa selama setahun terakhir kabupaten/kota dengan transaksi paling tinggi untuk kampanye KTP antara lain Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Sidoarjo, dan Jakarta," jelas Rizky.
Jumlah transaksi KTP pun  naik hampir 2x lipat pada  pada semester 1 2022 dibandingkan semester 1 2021. “Tokopedia #SelaluAdaSelaluBisa memberikan panggung seluas-luasnya bagi para pegiat usaha lokal untuk mengembangkan usaha," ungkap Rizky.

Sekaligus terus mempermudah mereka lewat berbagai inovasi digital agar dapat menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved