Tragedi Arema vs Persebaya Surabaya

Menko Polhukam Mahfud MD Sampaikan 7 Keputusan Rapat Terkait Tragedi Arema vs Persebaya

Guna menindak tragedi Arema vs Persebaya secara serius, Mahfud MD menyampaikan ada tujuh keputusan rapat, yang akan dilakukan pemerintah.

Youtube
Menko Polhukam dengan beberapa pihak terkait, mengumumkan hasil rapat terkait tragedi Arema vs Persebaya, Senin (3/10/2022). 

SURYA.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan atau Menko Polhukam RI, Mahfud MD menyampaikan tujuh keputusan rapat terkait tragedi Arema vs Persebaya, Senin (3/10/2022).

Melansir dari tayangan live Youtube Kemenko Polhukam RI, Mahfud MD tampak didampingi oleh beberapa pihak terkait. Termasuk di sampingnya juga ada Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Sebelum mengumumkan hasil rapat, Mahfud MD juga mengucapkan belasungkawa pada korban meninggal dunia dalam tragedi Arema vs Persebaya yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) kemarin.

Baca juga: PERINTAH Jenderal Dudung Setelah Tragedi Arema vs Persebaya: Akan Bantu Pengurusan Jenazah Korban

Guna menindak peristiwa tersebut secara serius, Mahfud MD menyampaikan ada tujuh keputusan rapat, yang akan dilakukan pemerintah terkait tragedi Arema vs Persebaya.

"Pertama yakni, pemerintah akan membentuk tim gabungan independen pencari fakta, yang akan dipimpin oleh Menko Polhukam serta beranggotakan beberapa pihak terkait seperti, perwakilan kementerian terkait, organisasi profesi olahraga, pengamat, akademisi, dan media massa," terangnya.

Tim gabungan itu, lanjut Mahfud MD, akan segera dibentuk, secepatnya dalam waktu 24 jam ke depan.

Kedua, Menko Polhukam juga meminta kepada Polri agar segera mengungkap dan menentukan pelaku kerusuhan yang terlibat tindak pidana.

Tak hanya itu, Polri akan bertugas untuk melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan acara terkait, keamanan di daerah setempat.

"Ketiga, Panglima TNI dalam hal ini adalah Jenderal Andika Perkasa, diminta untuk melakukan tindakan cepat sesuai aturan yang berlaku. Karena, dalam video yang beredar, ada anggota TNI yang melakukan tindakan berlebih," tutur Mahfud MD.

Sleanjutnya, Mahfud MD juga meminta kepada PSSI untuk melakukan tindakan ke dalam atau evaluasi agar bisa dikendalikan secara baik.

"Pemerintah pun akan segera menyusulkan santunan sosial bagi korban kerusuhan, yang dilakukan dalam satu atau dua hari ke depan," jelasnya.

Ada pula Menteri Kesehatan, turut masuk dalam tim gabungan Mahfud MD, untuk memberikan pelayanan kesehatan pada para korban.

"Tidak perlu mempersoalkan biaya. Karena akan diurus oleh negara. Mau biaya perawatan, pengobatan, termasuk di dalamnya juga untuk trauma healing," tegas Mahfud MD.

Tak terkecuali, sambung Mahfud MD, kepada Menpora untuk mengundang PSSI, pemilik klub, panitia pelaksana, dan lainnya, untuk memastikan tegaknya peraturan di dalam pelaksaan pertandingan. Baik yang dibuat oleh FIFA atau yang diatur di dalam peraturan Undang-Undang, sebagai bagian dari evaluasi total.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved