Berita Lumajang

Vaksin Meningitis Langka, Kemenag Lumajang Beri Siasat Ini

Calon jemaah umroh asal Lumajang perlu sabar menghadapi kelangkaan vaksin meningitis.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
SHUTTERSTOCK/SamaraHeisz5 via Kompas.com
Ilustrasi - Vaksin Meningitis. 

Berita Lumajang

SURYA.co.id | LUMAJANG - Calon jemaah umroh asal Lumajang perlu sabar menghadapi kelangkaan vaksin meningitis.

Stok antigen tersebut di sejumlah tempat pelayanan kesehatan saat ini tengah kosong.

Diperkirakan, kelangkaan vaksin meningitis selesai hingga Oktober mendatang.

Langkanya vaksin meningitis tentu saja membuat biro travel dan calon jemaah umroh ketar-ketir.

Sebab, vaksin meningitis merupakan syarat wajib bagi calon jemaah.

Oleh karena itu, perlu solusi tepat untuk menyikapi masalah ini.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah  Kemenag Lumajang, Abdul Rofiq mengatakan, merujuk data HajiPintar calon jemaah umroh asal Kota Pisang pada Bulan September ada sebanyak 305 orang.

Dipastikannya, semua jemaah itu sudah mendapat suntik vaksin meningitis.

Hanya saja, dia tidak bisa memastikan calon jemaah yang berangkat pada Bulan Oktober.

"Alhamdulillah saya barusan ketemu teman-teman penyelengga umroh, sekarang kondisi jamaah yang akan berangkat di September semua sudah divaksin. Tapi tidak tahu yang Oktober," kata Rofiq.

Rofiq menuturkan jemaah bulan September telah memenuhi persyaratan umroh karena rerata telah melakukan suntik vaksin meningitis 15 hari sebelum keberangkatan.

Mereka sebelumnya bisa mendapatkan layanan ini di RSUD dr Haryoto dan Rumah Sakit Islam.

Hanya saja, stok antigen di dua rumah sakit tersebut sekarang kosong, sehingga dia mengimbau agar jasa travel umroh aktif mencari vaksin meningitis di tempat layanan kesehatan yang ada di luar kota.

"Ya memang harus pintar-pintar siasati kondisi ini. Jamaah jauh-jauh hari harus sudah didaftarkan. Karena itu bagian dari garansi pelayanan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved