Berita Jember

Dua Pendaftar Panwascam Jember Dicatut Masuk Parpol, Diketahui Saat Mendaftar di Bawaslu

Mereka harus mengadu ke KPU Jember dan membuat tanggapan masyarakat jika memang tidak terdaftar di Parpol mana pun

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
surya/sri wahyunik
Kegiatan Bawaslu Jember. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Menjelang Pemilu 2024, mendadak nomor induk kependudukan (NIK) warga dibobol lalu dicatut untuk dimasukkan ke Sistem Informasi Partai Politik (Sipol). Kasus pencatutan NIK tersebut kembali ditemukan di Jember, bahkan dialami dua orang warga yang mendaftar sebagai anggota panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kecamatan.

NIK kedua pendaftar itu diketahui tercatat di Sipol saat melakukan pendaftaran anggota Panwascam. Pengecekan NIK kedua orang itu dilakukan lewat laman Info Pemilu saat keduanya mendaftar melalui Bawaslu Jember di hari pertama pendaftaran, Rabu (21/9/2022).

"Kemarin di hari pertama pendaftaran, ada dua orang yang tercatat sebagai anggota Parpol. Ini diketahui ketika NIK-nya dicek," ujar Komisioner Bawaslu Jember, Andhika A Firmansyah, Kamis (22/9/2022).

Akhirnya oleh pihak Bawaslu, keduanya diminta melapor ke KPU Jember, atau mengisi formulir tanggapan masyarakat yang disediakan oleh KPU. Mereka juga diminta membuat surat pernyataan bermaterai bahwa memang bukan anggota Parpol.

Mereka harus mengadu ke KPU Jember dan membuat tanggapan masyarakat jika memang tidak terdaftar di Parpol mana pun. Nantinya KPU akan melakukan klarifikasi kepada warga yang bersangkutan, juga pihak Parpol yang memasukkan nama warga tersebut ke Sipol.

Jika memang warga tersebut bukan anggota Parpol, maka NIK mereka harus dihapus di Sipol. "Sebab memang berdasarkan aturan, mereka yang mendaftar Panwaslu Kecamatan tidak boleh berafilisasi dengan Parpol, atau menjadi anggota Parpol," tegas Andhika.

Di sisi lain, saat ini KPU Jember sedang menerima tanggapan masyarakat di termin kedua sampai 7 Oktober mendatang. Masa tanggapan masyarakat itu terbagi empat termin, sampai pekan pertama Desember nanti.

Di masa ini, masyarakat bisa mengecek namanya di Info Pemilu untuk memastikan apakah mereka masuk ke Sipol. Caranya cukup memasukkan NIK dan mencarinya di laman pencarian.

Jika NIK tidak ada di Sipol, maka akan ada keterangan jika NIK tersebut tidak terdata di Sipol. Beda kasusnya jika NIK terdata di Sipol, maka akan ada keterangan yang menyebutkan hal tersebut.

Melalui laman KPU itu pula, akhirnya diketahui dua orang warga Jember yang hendak mendaftar sebagai Panwaslu Kecamatan, tercatut NIK-nya di Sipol.

Seperti diberitakan sebelumnya, mulai 21 - 27 September 2022, Bawaslu membuka pendaftaran untuk Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan. Pendaftaran bisa dilakukan melalui Bawaslu masing-masing kabupaten/kota. Panwaslu Kecamatan ini bakal bekerja untuk Pemilu 2024. Di Kabupaten Jember bakal ada 93 orang Panwaslu Kecamatan di 31 kecamatan. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved