Berita Malang Raya

Pasca Kenaikan Harga BBM, Tukang Ojek Hingga Kusir di Kota Batu Terima Bantuan

Pemerintah Kota Batu, mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar untuk subsidi warga terdampak kenaikan harga BBM

Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Disparta Kota Batu
Dinas Pariwisata Kota Batu memberikan intensif Rp 1 juta per bulan dan jaminan BPJS Ketenagakerjaan kepada para kusir dokar wisata di Kota Batu. 

SURYA.CO.ID, BATU - Pemerintah Kota Batu, mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar untuk subsidi warga terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menerangkan, Pemkot Batu sudah menganggarkan Rp 10 miliar.

"Teknis pemberian subsidi melalui Dinas Perhubungan," ujarnya.

Mereka yang bakal menerima subsidi itu antara lain pekerja ojek online maupun konvensional, sopir angkutan kota dan kusir dokar.

Adapun subsidi untuk petugas pemilah sampah sedang disinkronkan datanya.
Sedangkan subsidi untuk transportasi siswa, telah dilakukan oleh Pemkot Batu sejak lama.

"Subsidi siswa sudah diterapkan, Pemkot Batu membayar transportasi siswa melalui pengusaha angkutan kota," tuturnya.

Ia menjelaskan alokasi Rp10 miliar untuk subsidi dampak kenaikan BBM itu di luar kewajiban 2 persen APBD dari belanja tidak terduga yang peruntukannya untuk subsidi serupa.

"Kalau yang anggaran 2 % itu sudah kita rancang. Tapi, regulasinya meskipun ada Permendag, Permenkeu dan Keputusan Presiden, tetapi juklak dan juknisnya belum ada. Kalau kita lakukan malah salah di kemudian hari," pungkasnya.

Sementara itu, data dari Kemensos mencatat ada 8.900 keluarga penerima manfaat di Kota Batu.

Kemungkinan besar data tersebut akan dijadikan referensi oleh Pemkot Batu.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved