Berita Blitar

Pemkot Blitar Mulai Verifikasi Data Calon Penerima Bansos BBM dari Dana Transfer Umum

Proses verifikasi dan validasi ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi data ganda penerima bansos dari Pemkot Blitar.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/samsul hadi
Seorang warga mengambil BLT dampak kenaikan harga BBM di Kantor Pos Blitar beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Pemkot Blitar masih melakukan validasi dan verifikasi data penerima bantuan sosial (bansos) dampak kenaikan harga BBM dari dana transfer umum (DTU) daerah.

Proses verifikasi dan validasi ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi data ganda penerima bansos dari Pemkot Blitar.

Plt Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Blitar, Ahmad Tobroni mengatakan sudah menerima data calon penerima bansos dampak kenaikan harga BBM kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Sekarang, data calon penerima bansos dari beberapa OPD sedang dilakukan verifikasi dan validasi.

"Kemarin, kami menyurati beberapa OPD, antara lain, Dinsos, Dishub, Disperindag, dan Dinas Koperasi, terkait penyaluran bansos dari dua persen dana transfer umum daerah. OPD sudah mengirim data dan sekarang kami lakukan verifikasi dan validasi," kata Tobroni, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Polisi Hentikan Penyelidikan Peristiwa Pria Meninggal dalam Mobil di Kota Blitar, Ini Alasannya

Dalam proses verifikasi dan validasi, Bagian Kesra bekerjasama dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Blitar.

Diskominfotik akan meneliti data NIK para calon penerima bansos yang telah diusulkan beberapa OPD agar tidak terjadi data ganda penerima bansos.

Bansos dari dana transfer umum daerah ini memang untuk menyisir masyarakat terdampak kenaikan harga BBM yang belum menerima bansos baik dari APBN maupun APBD.

"Sebagian masyarakat sudah dapat bansos baik dari APBN maupun APBD. Bisa jadi mereka, ada yang sudah masuk data penerima Rastrada. Untuk itu dilakukan verifikasi dan validasi dulu, jumlah calon penerimanya ribuan," ujarnya.

Baca juga: Seperti Ini Kondisi Konservasi Lutung Jawa di Kawasan Hutan Malang Selatan

Setelah proses verifikasi dan validasi selesai dan tidak ada masalah, Pemkot Blitar akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota tentang penerima bansos.

Selanjutnya, Pemkot Blitar melakukan proses pengadaan bantuan sosial untuk masyarakat.

"Rencananya, bansos yang diberikan berupa sembako. Nilainya tergantung, apakah nanti sesuai kemarin Rp 300.000 atau lebih. Target secepatnya bisa direalisasikan," katanya.

Sebelumnya, Pemkot Blitar menyiapkan anggaran Rp 2,3 miliar dari dana transfer umum daerah untuk program bantuan sosial (bansos) kepada warga terdampak kenaikan harga BBM.

Santoso mengatakan kebijakan itu mengikuti peraturan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Kemenkeu meminta daerah menggunakan dua persen dari dana transfer umum untuk program bansos kepada masyarakat.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved