Sambang Kampung

Profesor Asal Jepang Kunjungi Kampung Sayur di Simomulyo Baru Kota Surabaya

Kampung Sayur di kawasan RT 09 RW 03 Kelurahan Simomulyo Baru Kota Surabaya mendapat kunjungan dari mahasiswa S3 dan profesor dari Kyoto University

Penulis: Zainal Arif | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/zainal arif
PhD Student, Muhammad Amin Shodiq (baju kotak-kotak merah) bersama Profesor Shozo Shibata Dr. Agri (baju garis-garis berkacamata) melakukan kunjungan ke Kampung Sayur dalam rangka menyamangati warga untuk terus berbenah di kawasan RT 09 RW 03 Kelurahan Simomulyo Baru Kota Surabaya, Senin (12/9/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kampung Sayur di kawasan RT 09 RW 03 Kelurahan Simomulyo Baru Kota Surabaya mendapat kunjungan dari mahasiswa S3 dan profesor dari Kyoto University (Jepang), Senin (12/9/2022).

Kunjungan yang dilakukan PhD Student, Muhammad Amin Shodiq bersama Profesor Shozo Shibata Dr Agri dalam rangka menyamangati warga kampung sayur untuk terus berbenah semakin menjadi lebih baik.

Sebelumnya Amin sapaan akrab Muhammad Amin Shodiq mengaku telah mensurvei beberapa kampung peraih juara Green and Clean Kota Surabaya.

"Dari Sepuluh yang saya list nama kampung-kampung di Surabaya, hanya ada 3 yang masih aktif melakukan budidaya," ungkapnya.

Justru ia merasa takjub dengan keindahan kampung sayur yang dipenuhi dengan berbagai macam jenis tanaman meski belum pernah meraih penghargaan apapun.

"Saya salut dengan warga kampung sayur. Selama hampir 10 tahun warga disini tetap konsisten merawat tanamannya, istilahnya kampung ini Juara Tanpa Mahkota," ujarnya.

Keberhasilan berkolaborasi dengan pemerintah Kota Surabaya termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP Kota Surabaya) juga patut diacungi jempol.

Setidaknya Kampung Sayur dipercaya menjadi salah satu dari 11 kampung percontohan Urban Farming Kota Surabaya.

"Kampung ini berhasil memanfaatkan luasan lahan perkampungan dan bantaran sungai yang diaktivasi penanaman dengan teknik hidroponik oleh masyarakat," ujar Adi dari Tim Urban Farming Kota Surabaya.

"Semoga upaya ini mampu menjadi solusi ketahanan pangan bagi warga,” imbuhnya.

Dalam kesempatan kunjungan ini, Ketua RT 9, Nyoman Kusuma menanyakan kendala-kendala selama melakukan budidaya kepada Profesor Shozo Shibata Dr Agri.

"Saya menanyakan perihal mengapa tanaman ada yang tumbuh subur ada yang mudah mati, kemudian mengapa kok daun tanaman mengkuning," ungkapnya.

Setelah dilakukan pengecekan, Profesor Shozo Shibata Dr Agri mengatakan kondisi tekstur tanah pada tanaman yang menjadi faktor kesuburan.

"Tanah yang digunakan kebanyakan tidak sesuai dengan tanaman, perlu disesuaikan dengan penambahan pasir. Karena tekstur tanah menjadi sumber mineral bagi tanah itu sendiri," jelasnya.

Sementara untuk menyikapi kendala tanaman mengkuning. Profesor Shozo Shibata Dr Agri mengatakan hal itu disebabkan karena sinar matahari yang terlalu panas.

"Selain terlalu panas bisa juga karena terlalu over nutrisi membuat tanaman menjadi kuning," terangnya.

Terakhir ia menyarankan untuk warga kampung sayur memaksimalkan lahan kosong untuk ditanami tanaman langsung ketanah.

"Saya pertama kali melihat sedikit heran, kenapa ada lahan tanah kosong malah menanam tanaman di dalam pot. Kalau alasannya karena banjir hal itu tidak jadi masalah apabila banjir di kampung ini cepat surutnya," pungkasnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved