Jumat, 1 Mei 2026

Berita Surabaya

Harga BBM Naik, Ekonom Unair: Dampak Inflasi Akan Mencederai Masyarakat

Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Dr Wisnu Wibowo mengungkapkan efek domino yang menimpa masyarakat pasca-kenaikan harga BBM

Tayang:
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Cak Sur
Istimewa
Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Dr Wisnu Wibowo. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan non-subsidi pada Sabtu (3/9/2022) kemarin.

Tentunya, hal tersebut berdampak terhadap penyesuaian harga sejumlah komoditas.

Terkait kebijakan pemerintah tersebut, sejumlah kalangan memprotes kenaikan harga BBM.

Sejalan dengan hal itu, Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Dr Wisnu Wibowo menilai bahwa Indonesia sedang menghadapi tantangan sustainability fiscal sehingga kesimbangan APBN harus terus dijaga dengan memastikan defisit tidak mencapai tiga persen terhadap PDB.

“Kalo kemudian (Subsidi) tidak dikendalikan, maka akan menggerus alokasi APBN untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran produktif lainnya yang sebenarnya tidak kalah strategis dan pentingnya,” tuturnya, Senin (12/9/2022) kemarin.

Menurutnya, perbaikan skema penyaluran subsidi harus menjadi prioritas.

Itu karena, lanjutnya, kunci dari pemberian subsidi sendiri ialah efektif dan tepat sasaran.

Sehingga, pemulihan serta perbaikan sistem yang terintegrasi perlu ditingkatkan agar dapat memilah sasaran dengan tepat.

Adapun terkait basis data, dapat dibangun dengan optimalisasi aplikasi My Pertamina.

Bagi Wisnu, memang setiap perubahan akan memberikan efek kejut terhadap masyarakat.

Oleh karenanya, pengendalian subsidi dapat dilakukan dengan penyesuaian harga atau dengan penurunan kuantitas. Tentunya regulasi menjadi kunci.

“Kita lihat di Pertamina, di SPBU kan belum ada. Siapa pun itu boleh untuk mengakses jenis BBM yang bersubsidi, misalnya solar, premium, pertalite. Padahal, sebagian besar komponen subsidi sendiri ada di pertalite yang banyak dikonsumsi masyarakat,” tambah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR tersebut.

Konsumen Terdampak Besar

Wisnu juga mengungkapkan, bahwa kenaikan BBM yang cukup besar, yakni sekitar 30 persen, tentunya akan berdampak di berbagai sektor.

Bagi sektor industri, banyak yang menjadikan bahan bakar sebagai input. Sehingga ketika input mengalami kenaikan, harga di pasaran pun demikian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved