Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal
KAPOLRI Beber 5 Siasat Licik Ferdy Sambo Demi Membela Diri di Kasus Pembunuhan Brigadir J
Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengungkapkan lima siasat licik Ferdy Sambo dalam pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
SURYA.co.id | JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengungkapkan lima siasat licik Ferdy Sambo dalam pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Pembunuhan ajudan Ferdy Sambo itu terjadi di rumah dinas Sambo di Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat 8 Juli 2022.
Semua siasat licik Ferdy Sambo tersebut terungkap setelah Kapolri membentuk Tim Khusus (Timsus) untuk membongkar kasus pembunuhan Brigadir J yang awalnya penuh kejanggalan.
Kapolri pun sempat kena 'prank' dengan sumpah Ferdy Sambo saat didatangi mantan Kadiv Propam Polri tersebut di awal kasus mencuat ke publik di pertengahan bulan Juli 2022.
Lantas apa saja lima siasat Ferdy Sambo yang disampaikan kepada Kapolri Listyo Sigit?
Berikut rangkuman dan ulasannya disampaikan Kapolri dalam program Satu Meja di Kompas TV, Rabu (7/9/2022) malam.
1. Bunuh Brigadir J pakai tangan ajudan
Untuk menghabisi nyawa Brigadir J, Ferdy Sambo menggunakan tangan orang lain, yaitu Bharada E atau Ruchard Eliezer. Hal itu diungkapkan Kapolri.
Menurut Listyo, pembunuhan itu dilakukan setelah Ferdy Sambo mendapatkan informasi dari istrinya, Putri Candrawati mengenai Brigadir J di rumah pribadinya di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Hanya saja, Kapolri tidak menjelaskan secara terperinci informasi apa yang disampaikan istri Ferdy Sambo itu hingga membuat Sambo minta bantuan Bharada E membunuh Brigadir J.
"Ada informasi ibu PC (Putri Candrawati) kepada FS (Ferdy Sambo) yang kemudian saat itu si Richard dipanggil, ditanya apakah yang bersangkutan siap untuk membantu," ucap Listyo.
2. Janji melindungi Bharada E
Pada saat meminta bantuan Bharada E, Ferdy Sambo berjanji akan melindungi ajudannya tersebut.
Hal itu yang membuat Bharada E mengikuti skenario kebohongan Ferdy Sambo, yakni Brigadir J tewas setelah aksi tembak menembak di rumah dinas.
Ternyata, dalam rekonstruksi terungkap, Brigadir J ditembak Bharada E.