Berita Pasuruan

Respons Wali Kota Pasuruan Gus Ipul Terkait Sosialisasi SPI yang Digelar KPK

Gus Ipul mengikuti sosialisasi survei penilaian integritas (SPI) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pendopo Kabupaten Pasuruan.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Galih Lintartika
Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat mengikuti sosialisasi survei penilaian integritas (SPI) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Senin (5/9/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengikuti sosialisasi survei penilaian integritas (SPI) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pendopo Kabupaten Pasuruan.

“Hasil dari SPI ini akan kami jadikan acuan dasar perbaikan integritas bagi semua jajaran dan semua level di Pemkot Pasuruan,” kata Gus Ipul usai mengikuti sosialisasi SPI di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Senin (5/9/2022).

Turut hadir dalam sosialisasi ini, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, Wakil Bupati Mujib Imron, Wakil Wali Kota Adi Wibowo serta beberapa kepala OPD baik Kota maupun Kabupaten Pasuruan.

SPI yang dibawa KPK, merupakan SPI yang dilakukan di Kota Pasuruan dalam rentang periode Juni 2020-Juni 2021.

“Saya baru dilantik Februari 2021. Tapi hasil survei ini tentu sangat berharga untuk kami jadikan acuan bagi pemerintahan Kota Pasuruan ke depan,” ujar Gus Ipul.

Hasil SPI untuk Kota Pasuruan rentang tahun 2020 hingga awal 2021 memang masih ditemukan potensi-potensi KKN. Namun proses perbaikan dan menutup celah KKN terus digencarkan di Kota Pasuruan.

“Misalnya pelaksanaan lelang menjadi isu yang setiap tahun ada. Makanya kita sedang tingkatkan pengawasan terutama proyek fisik,” ujar Gus Ipul.

Di tempat yang sama, Direktur Monitoring KPK, Brigjen Pol Agung Yudha Wibowo S.I.K menjelaskan hal-hal yang menjadi peringatan agar Pasuruan tidak menjadi tanda di KPK.

“Saya berharap Pasuruan ini tidak menjadi tanda di KPK, melalui forum ini saya juga akan memberikan wawasan bahwa KPK bukan Lembaga yang harus ditakuti tetapi harus dikawani,” ujar Agung

Agung juga menjelaskan tentang SPI yang merupakan survei untuk memetakan risiko korupsi dan kemajuan upaya pencegahan korupsi, dengan tujuan meningkatkan kesadaran risiko korupsi dan perbaikan sistem anti korupsi.

Sosialisasi SPI ini di selenggarakan oleh KPK RI yang diikuti oleh Pemerintah Kota Pasuruan dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan beserta perangkat daerah yang terkait.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved