KKB Papua

8 Oknum TNI Penikmat Uang Rp 250 Juta Usai Mutilasi 4 Pendukung KKB Papua, Ini Ancaman Panglima TNI

Dua oknum TNI kembali terseret di kasus mutilasi 4 pendukung KKB Papua yang akan membeli senjata, perannya penikmat uang hasil rampokan Rp 250 juta.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa tengah memberi keterangan pers kepada wartawan di Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Papua, Rabu. Ada 8 pknum TNI penikmat uang rampokan dari pendukung KKB Papua sebesar Rp 250 juta. Empat pendukung KKB Papua dipancing lalu dimutilasi dan jasadnya dibuang ke sungai. 

SURYA.co.id | MIMIKA - Dua oknum TNI kembali terseret dalam kasus mutilasi 4 pendukung KKB Papua di Mimika, Papua yang akan membeli senjata api, perannya penikmat uang hasil rampokan Rp 250 juta.

Uang tersebut awalnya akan digunakan untuk membeli senjata api dari oknum TNI dan sejumlah warga yang pura-pura sebagai penjual.

Di saat pertemuan, 4 pendukung KKB Papua yang membawa uang Rp 250 juta tersebut langsung disergap, dimutilasi dan jasadnya dibuang ke sungai.

Hingga hari ini, baru dua jasad dari empat korban yang ditemukan oleh warga setempat.

Sedangkan dua jasad lainnya masih dalam pencarian aparat keamanan. 

Sebelumnya, 6 oknum TNI diduga terlibat mutilasi dan perampokan terhadap pendukung KKB Papua tersebut.

Mereka terdiri dari dua oknum Perwira TNI berpangkat Mayor dan Kapten, tiga prajurit pangkat Pratu dan satu prajurit pangkat Praka.

Mereka adalah Mayor Inf HF dan Kapten Inf DK, Praka PR, Pratu RAS, Pratu RPC, dan Pratu R.

Kini, Jenderal Andika Perkasa mengumumkan dua oknum TNI lain diduga ikut menikmati uang perampokan tersebut.

"Dari hasil pendalaman yang dilakukan, ada dua orang lagi yang kami periksa. Keduanya ikut menikmati uang hasil tindak pidana itu," kata Jenderal Andika Perkasa di Mimika, Rabu (31/8/2022) malam.

Jenderal Andika Perkasa menegaskan, saat ini total ada delapan oknum anggota TNI yang diduga kuat terlibat mutilasi.

Dari jumlah tersebut, enam orang telah menjadi tersangka.

"Jadi total ada delapan orang, enam sudah tersangka, sementara dua orang masih dalam pendalaman karena menerima uang hasil rampokan itu," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah memerintahkan Panglima TNI mengusut kasus mutilasi tersebut hingga tuntas.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved