Jumat, 8 Mei 2026

Berita Blitar

Pabrik Gula RMI Blitar Akui Ada Pekerja Tewas Tertimbun Karung Gula, Korban Berstatus Outsourcing

Saat kejadian, ia sedang bekerja mengawasi, menumpuk dan menata ulang tumpukan ribuan karung gula di gudang RMI.

Tayang:
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Petugas Polsek Binangun melakukan olah TKP di dalam gudang gula di PT RMI Kabupaten Blitar, setelah seorang karyawan tewas tertimpa tumpukan karung gula, Kamis (11/8/2022). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Kecelakaan kerja yang menewaskan Ds (33), pekerja di Pabrik Gula (PG) PT Rejoso Manis Indo (RMI), akibat tertimpa puluhan karung gula yang ambruk, Kamis (11/8/2022) dini hari, mendapat respons dari manajemen perusahaan. Perwakilan RMI juga belum bisa menjelaskan apa yang menyebabkan tumpukan karung gula itu ambruk dan menimpa Ds.

Ds adalah warga Desa Ngembul, Kecamatan Binanun, Kabupaten Blitar yang tewas tertimpa tumpukan karung gula setinggi 5 meter. Saat kejadian, ia sedang bekerja mengawasi, menumpuk dan menata ulang tumpukan ribuan karung gula di gudang RMI.

Kejadian itu semula tidak terdengar ke luar pabrik namun ternyata ada yang menyebarkan sehingga ramai dibicarakan. Buntutnya pihak RMI tidak bisa mengelak karena ada satu pekerja mengalami kecelakaan kerja.

"Benar, ada kejadian seperti itu. Namun soal penyebabnya, itu kami belum bisa menjelaskan," kata Putu Hendaruji, Project Manager PT RMI.

Menurut Putu, keduanya adalah karyawan di pabrik gula itu namun bukan karyawan tetap. Mereka berstatus outsourcing atau karyawan kontrak atau karyawan dari perusahaan ketiga yang dikontrak di RMI.

"Mereka bekerja di bagian gudang. Di antaranya, pekerjaannya adalah tukang panggul atau memindahkan saks gula, untuk ditata dalam gudang," ungkapnya.

Tidak dijelaskan detail bagaimana santunan atau pertanggungan untuk korban atas kecelakaan kerja itu, meski berstatus outsourcing. Itu karena penjelasan dari RMI sangat minim.

Bahkan polisi yang melakukan olah TKP pun terkesan enggan memberi keterangan lengkap. Pun, Kapolsek Binangun, AKP Hery Purnomo Yulianto hanya memberi penjelasan singkat.

Kapolsek tidak banyak berbicara ketika ditanya penyebab tumpukan karung gula itu ambruk, dengan dalih masih dalam penyelidikan. "Cuma penyebab apa, itu masih diselidiki. Tadi setelah dilakukan visum luar, korban sudah dibawa pulang," ujar Hery.

Tetapi kapolsek membenarkan bahwa ada dua karyawan yang tertimpa tumpukan karung gula di gudang pabrik gula itu. Korban lainnya, Rs sudah dirawat di RS Wava Kesamben, karena mengalami patah tulang.

Dari keterangan yang dikorek SURYA, kecelakaan kerja itu terjadi Kamis (11/9/2022) sekitar pukul 04.45 WIB. Seperti diketahui, kalau musim giling seperti saat ini pabrik gula yang kerap diprotes warga sekitar karena dituduh melakukan ]pencemaran sungai itu, beroperasi selama 24 jam.

Kebetulan kedua korban melalui kerja shift tiga atau masuk malam dan pulang pagi. Bersama banyak karyawan lainnya, kedua bekerja di bagian gudang, di antaranya mengawasi tumpukan gula yang sudah dimasukkan karung atas zaks dengan berat masing-masing 50 KG.

"Bukan hanya berdua namun karyawan di gudang itu cukup banyak. Sebab jumlah tumpukan karung gula itu ada ribuan dan harus ditata sebelum diangkut ke truk," ujar seorang karyawan.

Saat bekerja itu, mendadak salah satu bagian yang ada tumpukan karung gula itu ambruk. Celakanya saat itu posisi kedua korban sedang membelakangi sehingga tidak tahu ada tumpukan setinggi 5 meter ambruk.

Mereka tak sempat menghindar dan langsung tertimpa puluhan karung berisi gula. Dengan berat 50 KG per karung, bisa dipastikan beban yang menimpa keduanya sangat besar. "Keduanya pasti kesakitan karena tertimpa barang berat, apalagi langsung mengenai tubuhnya," ujarnya. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved