Rabu, 8 April 2026

Persebaya Surabaya

Jadwal Persebaya Diprotes Bonek, Indosiar Digruduk Ribuan Suporter di Surabaya

Sedikitnya 5.000 massa Bonek, siporter Persebaya Surabaya akan melakukan perlawanan dengan menggelar aksi demontrasi dikantor PT Indosiar

Penulis: Khairul Amin | Editor: Fatkhul Alami
Instagram @greennord27
Massa Bonek saat memberikan dukungan ke tim Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Bonek akan menggelar demonstrasi di kantor Indosiar memprotes jadwal Persebaya yang larut malam 

 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jadwal Persebaya Surabaya pada Liga 1 2022-2023 yang larut malam terus dipersoalkan. Kali ini Bonek mempermasalahkan dan terus memprotes dengan gerakan aksi turun jalan alias demo.

Sedikitnya 5.000 massa Bonek, siporter Persebaya Surabaya akan melakukan perlawanan dengan menggelar aksi demontrasi dikantor PT Indosiar Surabaya Televisi (EMTEK Group), Selasa (9/8/2022).

Boenk akhirnya menggelar aksi demontrasi memperotes jadwal Persebaya Surabaya pada Liga 1 2022-2023 yang digelar terlalu malam pukul 20.30 WIB. Dimana laga digelar di jam tersebut untuk kepentingan pemegang hak siar, EMTEK Group, yaitu Indosiar.

Waktu digelarnya laga Liga 1 yang didalamnya ada jadwal Persebaya hingga larut malam ini menjadi pertama sepanjang era Liga 1 setelah sebelumnya paling malam digelar rata-rata pukul 18.30 Wib.

Tiga laga awal yang sudah dijalani Persebaya, semuanya digelar pukul 20.30 Wib.

Sebelumnya manajemen Persebaya sudah melayangkan protes pada PT LIB selaku operator kompetisi, tapi dianggap angin lalu.

"Sampai saat ini belum ada perubahan jadwal Persebaya, makanya kami lakukan protes," jelas Husin Ghozali (Cak Cong) koordinator Green Nord 27, salah satu komunitas tribun Persebaya saat dikonfirmasi surya.co.id, Selasa (9/8/2022) pagi.

Ditambahkan, aksi ini merupakan hasil kesepakatan semua kelompok tribun di Persebaya karena menilai laga digelar larut malam, di atas pukul 20.00 Wib lebih banyak sisi negatifnya, hanya lebih menguntungkan pemegang hak siar.

Dampak negatifnya adalah sisi kerawanan, kesehatan pemain, sepak bola menjadi tidak ramah anak, juga pemasukan tim turun akibat minimnya suporter yang nribun di jam tersebut karena pertimbangan kesibukan lain, bidang pekerjaan maupun pendidikan.

Laga kandang Persebaya saat menjamu Persita Tangerang (1/8/2022) di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) lalu hanya disaksikan oleh 4500 penonton. Rekor jumlah penonton paling sedikit laga kandang Persebaya di GBT sejak era Liga 1.

"Itu kerugian besar bagi Persebaya. Tuntutan kami gak muluk-muluk, kembali pada jam biasa seperti sebelumnya, paling malam pukul 18.30 Wib," ucap Cak Cong.

Tuntutan ini sejalan dengan heterogennya Bonek yang terdiri dari pelajar hingga pekerja. Harapannya dengan bermain tidak terlalu malam, semua kalangan Bonek bisa memberikan dukungan pada Persebaya.

Dukungan maksimal Bonek diharapkan bisa menjadi motivasi ekstra pemain Persebaya yang sedang berjuang didalam lapangan.

"Sehingga tidak harus ada yang dikorbankan saat dukung Persebaya," pungkasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved