Berita Entertainment

NASIB Padepokan Gus Samsudin Usai Penutupannya Diperpanjang, Tangisan Pengikut Pecah Satu per Satu

Nasib terbaru Padepokan Nur Dzat Sejati kini masih harus melanjutkan penutupan sementara setelah adanya mediasi, Selasa (2/82022).

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Musahadah
Kompas.com/Asip Hasani
Nasib terbaru Padepokan Nur Dzat Sejati kini masih harus melanjutkan penutupan sementara setelah adanya mediasi yang diinisiasi oleh Polres Blitar Kota, Selasa (2/82022). 

SURYA.CO.ID - Nasib terbaru Padepokan Nur Dzat Sejati kini masih harus melanjutkan penutupan sementara setelah adanya mediasi yang diinisiasi oleh Polres Blitar Kota, Selasa (2/82022).

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom telah mengajak Gus Samsudin dan warga Desa Rejowinangun untuk melakukan mediasi.

Mediasi yang dilakukan selama tujuh jam itu Adhitya Panji Anom mengatakan bahwa Padepokan Nur Dzat Sejati tetap akan ditutup sementara sampai menunggu keputusan bupati dan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda).

“Penutupan sementara. Hasil kesepakatan tetap mengimbau kepada padepokan untuk tidak melakukan aktivitas seperti biasa,” kata Adhitya kepada wartawan usai mediasi, Selasa malam.

“Sementara (Padepokan) tidak menerima pasien atau pun kunjungan tamu untuk menjaga kondusivitas wilayah,” tambahnya.

Baca juga: Gus Samsudin Bantah Penutupan Padepokan & Sebut Kantongi Izin Praktik, Buntut VS Pesulap Merah Viral

Tuduhan Fitnah Penipuan

Melansir Kompas.com, Gus Samsudin mengatakan bahwa Padepokan Nur Dzat Sejati telah menjadi korban penipuan opini di media sosial.

“Sebab sekarang ini sedang terjadi opini di media sosial bahwa padepokan itu melakukan penipuan. Padahal itu sama sekali tidak bisa dibuktikan,” ujar Gus Samsudin usai mengikuti mediasi di Kantor Polres Blitar, Selasa (2/8/2022) malam.

“Dan itu adalah sebuah kebohongan atau fitnah menurut kami,” tambahnya sembari berjalan meninggalkan gedung utama Kantor Polres Blitar.

Gus Samsudin dan Padepokan Nur Dzat Sejati memang dikenal aktif mengunggah konten video di YouTube. Ia pun mengeluhkan perseteruannya dengan Pesulap Merah alias Marcel Radhival yang berujung pada penutupan padepokan merupakan imbas dari media sosial.

“Inilah hebatnya media sosial ya. Hanya karena opini kemudian terjadi masalah yang seperti ini,” tuturnya.

Dia tidak menyebut Pesulap Merah atau Marcel Radhival dan hanya menyebut opini tersebut sebenarnya berasal dari satu orang saja.

Namun, kata Samsudin, opini dari satu orang di media sosial itu memancing masyarakat luas hingga berujung pada tuntutan penutupan padepokan.

“Ini kan sebenarnya sebuah opini saja dari seseorang di media sosial sehingga orang lain ikut terpancing dalam masalah ini,” kata Samsudin.

Baca juga: UPDATE Kasus Pesulap Merah vs Gus Samsudin: Ada Ormas Bekingan & Aktivitas Padepokan Nur Dzat Sejati

Pengikut Nangis

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved