Press Release
Amankan Jalur Suplai Listrik ke Bali saat KTT G20, Pemprov Jatim Siap Dukung PLN
PT PLN (Persero) terus meminta dukungan kepada seluruh stakeholder untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT PLN (Persero) terus meminta dukungan kepada seluruh stakeholder untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan, salah satunya penyaluran ke Pulau Bali dalam mendukung perhelatan internasional KTT G20 November mendatang.
Diterima dengan baik oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, di kediamannya, audiensi yang disampaikan oleh General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur & Bali (UIT JBM), Didik Fauzi Dakhlan, didampingi oleh Senior Manager Perencanaan, Fermi Trafianto, dan Manajer Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Surabaya, Christian Ismunandar, menyampaikan kondisi kesiapan penyaluran listrik dari sisi transmisi tegangan tinggi di Jawa Timur dan pasokan ke Bali melalui saluran kabel laut 4 sirkit di Banyuwangi.
Didik juga menyampaikan kepada Wagub bahwa dalam mempertahankan keandalan dan kualitas pasokan listrik di sisi transmisi, banyak tantangan sosial yang membutuhkan dukungan dari Pemprov Jatim, utamanya dalam pengamanan infrastruktur kelistrikan.
“Dalam kesempatan baik ini, kami meminta bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersedia bersama mendukung pengamanan sistem kelistrikan Jawa Timur, khususnya jalur transmisi pemasok event G20 juga jalur 500 kV atau yang rawan sosial, sehingga dapat mengantisipasi potensi yang kerapkali menjadi penyebab gangguan transmisi, yakni layang-layang dan balon udara. Berfokus pada jalur tersebut, karena merupakan jalur backbone penyaluran listrik ke wilayah lain seperti ke Bali juga Jawa Barat”, kata Didik kepada Emil.
Lebih dari itu, Didik juga mengatakan bahwa suplai PLTU Paiton ke Bali sebesar 30 persen dari beban puncak yang ada sehingga suplai dari Jawa Timur memiliki peran sangat penting dalam menyukseskan G20.
“Beberapa pekan lalu, PLN telah menyelesaikan tahap I pemeliharaan jalur utama sepanjang 208,487 kms dengan jumlah tower 317 SUTT 150kV serta 3 Gardu Induk dan Cable Head Ketapang”, lanjut Didik dalam penjelasannya.
Berdasar angka statistik dalam temuan kejadian di lapangan, jumlah layang-layang serta balon udara yang tersangkut pada jaringan transmisi di sistem Jawa Timur sejumlah 837 pada tahun 2021 lalu. Dari awal tahun 2022 hingga saat ini tercatat 161 layangan dan balon udara yang berada di SUTT.
Selain dapat mengganggu penyaluran energi listrik, hal itu juga berbahaya bagi pelaku yang bermain layangan dekat jaringan listrik baik Tegangan Menengah atau Tegangan Tinggi.
Menyikapi penjelasan PLN saat audiensi, apresiasi positif diberikan oleh Emil.
“Kami selalu mendukung dalam setiap langkah yang dilakukan PLN untuk kesejahteraan masyarakat, juga dalam hal ini untuk kesuksesan terselenggaranya event internasional KTT G20 di Bali yang kebutuhan listriknya berasal dari Jawa Timur. Kami akan bantu juga berikan himbauan ke masyarakat untuk ikut menjaga terkait gangguan layang-layang dan balon udara. Apabila nanti memang ternyata lebih serius dari itu, peraturan yang lebih tegas dapat dibuat untuk mengaturnya”, beber Emil merespon permintaan dukungan PLN.
Melalui audiensi ini, PLN berkomitmen untuk selalu menjalin koordinasi yang baik dengan Pemerintah Daerah serta seluruh stakeholder lainnya sehingga dapat bersama-sama menjaga infrastruktur kelistrikan agar pelayanan kepada seluruh pelanggan yang ada di Jawa Timur dan sekitarnya dapat terus berjalan optimal.
BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA