Advertorial

Ada Riwayat Keluarga Dengan Kanker Kolon? Cek dengan Kolonoskopi

Kanker kolon memang merupakan temuan paling serius dari gejala nyeri perut, sulit BAB (Buang Air Besar), BAB berdarah dan kadang diare.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
Istimewa
Ruang pemeriksaan di RS Darmo Surabaya 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kanker kolon memang merupakan temuan paling serius dari gejala nyeri perut, sulit BAB (Buang Air Besar), BAB berdarah dan kadang diare.

Selain gejala sakit perut, yang perlu diwaspadai tidak hanya itu saja. Menurut dr Pangestu Adi SpPD-KGEH dari RS Darmo Surabaya, nyeri perut yang dibarengi dengan sulit BAB, BAB berdarah dan kadang diare perlu pemeriksaan lebih lanjut.

"Pemeriksaannya dilakukan pada usus besar yang biasa disebut kolon. Salah satu alat yang digunakan adalah kolonoskopi,” kata dr Pangestu, saat ditemui di RS Darmo Surabaya, Selasa (28/6/2022).

Kolonoskopi merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat adanya gangguan atau kelainan pada usus besar atau kolon. Kondisi yang bermasalah pada usus besar salah satunya adalah ditemukannya polip di bagian ini.

Polip atau jaringan yang tumbuh secara tidak normal di dinding usus besar, dalam jangka panjang (sekitar 10-15 tahun) dapat berkembang menjadi kanker.

"Umumnya pasien setelah mengalami gejala yang mengganggu, baru berobat dan melakukan pemeriksaan kolon yang ternyata telah menjadi kanker," kata dr Pangestu.

RS Darmo Surabaya
RS Darmo Surabaya (Istimewa)

Pada beberapa kasus kanker kolon, selain gejala nyeri perut juga dapat diikuti dengan penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.

Cancer survival wajib secara berkala melakukan pemeriksaan, termasuk kolonoskopi ini. Begitu juga untuk orang-orang dengan genetik atau keturunan yang menderita kanker kolon. Misalnya anak-anak dari pengidap kanker, juga bisa memanfaatkan kolonoskopi sebagai tindakan preventif atau berjaga-jaga terhadap penyakit ini.

Meski diakui dr Pangestu, pemeriksaan kolonoskopi secara mandiri masih jarang diminta oleh pasien yang tanpa gejala.

"Kalau di luar negeri, salah satunya di Jepang, pemeriksaan kolonoskopi sudah ada yang ditanggung oleh pemerintahnya, yang diperuntukkan bagi warga diatas usia tertentu agar melakukan pemeriksaan kolonoskopi sebagai langkah antisipasi terhadap adanya polip di usus besar. Tidak harus menunggu jadi kanker," beber dr Pangestu.

Pemeriksaan kolonoskopi dilakukan dengan cara memasukkan selang kolonoskopi melalui anus sampai ke ujung usus besar.

Ditegaskan dr Pangestu, bila orang mengeluhkan nyeri perut, susah BAB, diare, BAB darah segar, sebaiknya perlu dilakukan pemeriksaan kolonoskopi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved