Berita Malang

Tim Satgas PMK Universitas Brawijaya Temukan 6 Sapi Kurban di Kota Malang Terinfeksi Cacing Hati

Tim Satgas PMK Universitas Brawijaya temukan enam ekor sapi kurban terinfeksi cacing hati di Kota Malang

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Rahadian Bagus
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Ilustrasi - Cacing yang ditemukan dalam organ hati hewan kurban oleh tim pemeriksa dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Selasa (20/7/2021) tahun lalu. Pada tahun ini Tim Satgas PMK Universitas Brawijaya temukan enam ekor sapi kurban terinfeksi cacing hati di Kota Malang 

SURYA.CO.ID|MALANG - Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Tunas Kota Malang melakukan pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1443 H, Minggu (10/7/2022).

Hewan kurban sapi maupun kambing yang dipotong tersebut, merupakan hewan kurban yang berasal dari masyarakat di Kota Malang.

Hewan kurban tersebut dipercayakan kepada RPH Kota Malang untuk disembelih dan dipotong.

Dari data sementara pukul 13.00 WIB, terdapat 48 sapi yang dipotong.

Saat dilakukan pemeriksaan, hewan kurban dinyatakan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Jadi, kemarin kami telah melaksanakan pemeriksaan ante mortem terhadap hewan kurban sapi yang akan disembelih di RPH Kota Malang. Dan saat diperiksa, dinyatakan tidak ada yang terkena PMK. Lalu untuk hari ini, kita lakukan pemeriksaan post mortem (pasca hewan disembelih), juga dinyatakan bebas dari PMK," ujar anggota Tim Satgas PMK Universitas Brawijaya, drh. Widi Nugroho, Ph.D kepada surya.co.id.

Akan tetapi dari hasil pemeriksaan post mortem tersebut, pihaknya justru menemukan adanya sapi yang terinfeksi cacing hati.

"Jadi, setelah kami lakukan pemeriksaan post mortem terhadap 48 sapi tersebut, ternyata ada 6 sapi yang terinfeksi cacing hati. Cacing hati itu ditemukan di bagian organ dalam, seperti jantung, paru paru, limpa, liver dan ginjal," ungkapnya.

Dirinya menambahkan, permasalahan tersebut merupakan hal yang biasa terjadi setiap tahunnya.

Kepada masyarakat, ada beberapa hal yang dilakukan apabila terpaksa mengonsumsi daging terinfeksi cacing hati.

Di antaranya merendam bagian daging atau jeroan untuk mengeluarkan cacing hati, kemudian direbus dan lain sebagainya.

Namun, terkadang cara tersebut tidak bisa berhasil secara menyeluruh untuk menghilangkan cacing hati tersebut.

"Terkadang, ada cacing yang masih ketinggalan. Jadi, lebih baik dibuang saja (bagian yang terinfeksi). Dan hal tersebut, kami informasikan kepada masyarakat dan bisa untuk menjadi perhatian," pungkasnya.

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved