Berita Nganjuk
Dinas Pertanian Nganjuk Pastikan Semua Hewan Kurban Idul Adha 2022 Bebas Penyakit Mulut dan Kuku
Dinas Pertanian (Distan) Nganjuk memastikan semua hewan kurban bebas penyakit mulut dan kuku serta sehat dan aman dikonsumsi.
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: irwan sy
Berita Nganjuk
SURYA.co.id | NGANJUK - Dinas Pertanian (Distan) Nganjuk memastikan semua hewan kurban sehat dan aman dikonsumsi.
Ini setelah Dinas Peternakan telah melakukan pemeriksaan terhadap semua hewan ternak untuk kurban dan sudah mendapatkan surat keteraran sehat bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Distan Nganjuk, Judi Ernanto, mengatakan kewajiban menyertakan surat keterangan sehat pada hewan kurban telah direspon para pedagang hewan.
Umumnya mereka tidak ingin hewan kurban yang dijual belikan mengidap PMK.
"Makanya, para pedagang ataupun pemilik hewan ternak untuk korban pada memeriksakan kesehatan hewan ternaknya sebelum dijual ke masyarakat," kata Judi Ernanto, kemarin.
Dikatakan Judi Ernanto, masyarakat Kabupaten Nganjuk pada umumnya juga cukup hati-hati dalam membeli hewan kurban, terutama untuk hewan sapi.
Mereka selalu mempertanyakan surat kesehatan hewan dari PMK. Hal itu lebih dikarenakan masyarakat juga cukup hati-hati dalam membeli hewan untuk kurban pada hari raya Idul Adha.
"Untuk itulah, kesadaran pemilik dan pedagang hewan ternak untuk kurban cukup tinggi. Yakni dengan memeriksakan kesehatan hewan kurban dan meminta surat keterangan sehat dari PMK," ucap Judi Ernanto.
Sementara itu, pada hari raya Idul Adha tahun 2022 ini Pemkab Nganjuk menyerahkan sebanyak enam ekor sapi dan dua ekor kambing kurban kepada masyarakat.
Hewan kurban itu sendiri diserahkan Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi ke Rutan Kelas IIB Nganjuk, Masjid Jami' Baitussalam Nganjuk, Masjid Al Mubarok Berbek, Masjid Agung Nurul Huda Tanjunganom, dan Kantor PCNU Nganjuk.
"Semoga kurban tersebut mendatangkan berkah dan memberikan manfaat buat semuanya," tutur Marhaen Djumadi seusai menyerahkan hewan kurban di Masjid Jami' Baitussalam Kota Nganjuk.